Makna simbolik bahasa ritual pertanian masyarakat Bali
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk melestarikan ritual pertanian dan mengkaji makna simbolik dan kearifan lokal yang terdapat dalam wacana ritual pertanian. Lokasi penelitian dilakukan di Subak Kedua Pasedahan Yeh Lauh Desa Peguyangan Kangin Kecamatan Denpasar Barat, Bali. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan pustaka. Dari data yang telah dikumpulkan, ditemukan ada dua puluh empat tahapan ritual yang seharusnya dilakukan oleh petani. Berbagai ritual yang dilakukan oleh petani di Bali menunjukkan sifat religius petani dan sangat menghargai tradisi budayanya. Setiap ritual yang dilakukan mulai dari awal pengerjaan sawah sampai panen mengandung makna simbolik dan nilai-nilai budaya yang dianut dan dipedomani sebagai penuntun dalam kehidupan bertani. Dari analisis terhadap wacana ritual pertanian , dapat disimpulkan bahwa makna simbolik ritual yang dilakukan petani adalah (1) ucapan terima kasih kepada Tuhan atas anugrah panen yang baik dan melimpah, (2) permohonan ijin kepada Ibu Pertiwi sebagai manisfestasi Tuhan penguasa tanah karena para petani akan mengerjakan sawah; (3) permohonan keselamatan kepada Tuhan (Dewi Sri) agar pertanian dapat berhasil baik, (4) persembahan kepada penguasa sawah agar terhindar dari segala macam hama yang merusak tanaman, (5) menjaga keseimbangan lingkungan. Dalam filosofi masyarakat Hindu Bali hal itu merupakan penerapan konsep Tri Hita Karana.
##plugins.generic.usageStats.downloads##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.