Uji Biokompatibilitas Serbuk Limbah Cangkang Cue (Faunus ater) Sebagai Bahan Implan Tulang (Bone Graft) pada Kelinci

BIOCOMPATIBILITY TEST OF CUE SHELL WASTE POWDER (FAUNUS ATER) AS THE BONE GRAFT IN RABBITS

  • Astri Wulandari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Jln Tgk Hasan Krueng Kalee No 4 Darusalam, Banda Aceh
  • Erwin Erwin Laboratory of Clinic and Surgery, Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia, 626517551536; Fax +626517551536; Email: erwin2102@unsyiah.ac.id
  • Rusli Rusli Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Jln Tgk Hasan Krueng Kalee No 4 Darusalam, Banda Aceh
  • Amiruddin Amiruddin Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Jln Tgk Hasan Krueng Kalee No 4 Darusalam, Banda Aceh
  • Sugito Sugito Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Jln Tgk Hasan Krueng Kalee No 4 Darusalam, Banda Aceh
  • Ummu Balqis Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Jln Tgk Hasan Krueng Kalee No 4 Darusalam, Banda Aceh
  • Mustafa Sabri Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Jln Tgk Hasan Krueng Kalee No 4 Darusalam, Banda Aceh
  • Sri Wahyuni Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Jln Tgk Hasan Krueng Kalee No 4 Darusalam, Banda Aceh
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.19087/jveteriner.2021.22.3.324

Abstrak

Bahan implan tulang (bone graft) berbahan dasar alam saat ini mulai banyak dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji biokompatibilitas serbuk limbah cangkang cue (Faunus ater) sebagai kandidat bahan implan tulang pada kelinci berdasarkan pengamatan gambaran klinis otot, densitas radiografi, histopatologi tulang dan otot. Penelitian ini menggunakan enam ekor kelinci jantan berusia 8-10 bulan dengan bobot badan 1,5-2,0 kg. Tindakan bedah dilakukan secara steril dan aseptis dengan membuat defek area diaphysis tulang femur berdiameter 5 mm mencapai sumsum tulang. Kelompok perlakuan I (P1) diinfiltrasi NaCl 0,9% dan kelompok perlakuan II (P2) diberikan serbuk cangkang cue sebanyak 0,25 g. Pengamatan radiografi dilakukan pada hari ke-15, 30, 45, dan 60 setelah perlakuan dengan mengamati integrated density area implan dan area sekeliling implan. Hari ke-60 setelah perlakuan, semua kelinci dikorbankan nyawanya degan cara dieutanasi untuk pembuatan sediaan histopatologi dalam parafin blok. Integrated density material implan dan area sekeliling implan menunjukkan densitas radiopaque yang berbeda siginifikan antar kelompok perlakuan dan berfluktuasi di antara waktu pengamatan dengan perbedaan signifikan. Pengamatan histopatologi otot sekitar implan menunjukkan sel inflamasi, nekrosis dan jaringan ikat, sedangkan tulang sekitar implan menunjukkan proliferasi jaringan ikat, neovaskularisasi, proliferasi bone marrow, pertumbuhan tulang baru dan sel inflamasi. Serbuk cangkang cue memiliki biokompatibilitas yang baik dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi bone graft.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiographies##

##submission.authorWithAffiliation##

Laboratorium Klinik dan Bedah

##submission.authorWithAffiliation##

Laboratorium Klinik dan Bedah

##submission.authorWithAffiliation##

Laboratorium Klinik dan Bedah

##submission.authorWithAffiliation##

Laboratorium Patologi

##submission.authorWithAffiliation##

Laboratorium Anatomi

##submission.authorWithAffiliation##

Laboratorium Anatomi

Diterbitkan
2021-09-30
##submission.howToCite##
WULANDARI, Astri et al. Uji Biokompatibilitas Serbuk Limbah Cangkang Cue (Faunus ater) Sebagai Bahan Implan Tulang (Bone Graft) pada Kelinci. Jurnal Veteriner, [S.l.], p. 324-332, sep. 2021. ISSN 2477-5665. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/jvet/article/view/64934>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.19087/jveteriner.2021.22.3.324.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##