OPTIMALISASI PERFORMA ATLET RENANG MELALUI PEMERIKSAAN DAN INTERVENSI FISIOTERAPI
Abstrak
Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang membutuh teknik dan kemampuan fisik yang baik untuk dapat melalukannya. Renang melibatkan keseluruhan kompenen fisik diantara kekuatan, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan. Komponen fisik tersebut dapat ditingkatkan dengan cara melakukan program latihan yang tepat, namun program latihan yang tepat hanya dapat diperoleh apabila dilakukannya pemeriksaan yang sesuai prosedur sehingga pemberian pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan performa atlet melalui pemeriksaan dan intervensi fisioterapi yang tepat dengan memperhatikan aspek kebutuhan individu. Target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pemeriksaan kekuatan otot core, pemeriksaan fleksibilitas otot hamstring serta pemberian intervensi fisioterapi pada atlet renang di Takahide Swimming Center. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan melaksanakan pengabdian dengan datang langsung ke Takahide Swimming Center. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 3 orang anggota yang merupakan dosen sekaligus fisioterapis. Pengabdian ini diawali dengan survei ke Takahide Swimming Center, dilanjutkan dengan kegiatan pemeriksaan dan intervensi fisioterapi. Seluruh anggota kelompok renang Takahide Swimming Center memiliki nilai fleksibilitas otot hamstring yang baik yaitu dengan nilai rerata pada laki-laki 10 – 16cm, sedangkan nilai rata-rata pada wanita yaitu 11 – 20 cm. Sedangkan nilai kekuatan otot core pada anggota renang dengan kategori rata-rata yaitu 14-30 kali dalam 1 menit, namun ada juga yang memiliki nilai kekuatan otot core dengan kategori baik yaitu 31-40 kali dalam 1 menit.
Kata kunci : kekuatan, fleksibilitas, intervensi, atlet.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Cahyandaru, E. Y. (2015). Hubungan antara Kecepatan, Kelentukan dan Daya Tahan VO2 Max terhadap Prestasi Renang Gaya Bebas 50 Meter di Pusat Pembinaan Atlet Berbakat (PAB) Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.
Evenetus, Y. , M. R. B. & M. A. (2019). Pengaruh Program Latihan terhadap Peningkatan Kekuatan, Power, Daya Tahan Lengan dan Performa Renang 50 Meter Gaya Bebas. Doctoral Dissertation, 445–455.
Karpiński, J. et al. (2020). The Effect of a 6-Week Core Exercises on Swimming Performance of National Level Swimmers. PLoS ONE, 8, 1–12.
Mulyawati, C. , M. & I. D. A. (2018). Korelasi antara Panjang Lengan dan Tungkai dengan Kecepatan Renang Gaya Bebas 50 Meter (Studi pada Klub Renang Spectrum Semarang). Kedokteran Diponegoro, 7(2), 990–999.
Nimkar, N., Bera, T. K., Bagchi, A., & Narnolia, R. (2020). Abdominal Muscular Strength Endurance: Normative Reference Values for Children 11 to 15 Years of Age. Indian Journal of Public Health Research & Development, 11(2), 692.https://doi.org/10.37506/v11/i2/2020/ijphrd/194889
Pradana, V. O., Hermawan, I., & Marani, I. N. (2018). Model latihan core stability cabang olahraga renang gaya kupu-kupu untuk usia 9-10 tahun. Jurnal Keolahragaan, 6(1), 60–68. https://doi.org/10.21831/jk.v6i1.19951
Septianingtyas, E. F. , I. & W. R. (2018). Core Stability Training terhadap Keseimbangan Dinamis pada Pemain Futsal di Klub Pemuda Rotan dan UKM Futsal Stikes ’Aisyiyah Surakarta,. Repositori Universitas ’Aisyiyah Surakarta.
Sriundy, I. M. (2010). Konstruk dan Faktor Jasmani yang Berpengaruh terhadap Prestasi Renang Gaya Bebas 50 Meter. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 14(2), 186–205.
Tong, T. K., Wu, S., & Nie, J. (2014). Sport-specific endurance plank test for evaluation of global core muscle function. Physical Therapy in Sport, 15(1), 58–63. https://doi.org/10.1016/j.ptsp.2013.03.003

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.