PENGUATAN KAPABILITAS SUMBER DAYA MANUSIA LOKAL MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BAHASA MANDARIN BAGI PENGELOLA DTW TANAH LOT KABUPATEN TABANAN
Abstrak
Perkembangan wisatawan dari Tiongkok sebelum pandemi covid-19 sangat begitu pesat terkhusus di Daerah Tujuan Wisata Tanah Lot Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, tetapi dalam hal kemampuan berbahasa Mandarin bagi pengelola sangat rendah. Penguatan kapabilitas SDM lokal melalui Pendidikan dan pelatihan Bahasa Mandarin yang dimaksudkan di sini merupakan kemampuan dasar yang patut dipahami dan dipraktekan oleh masing-masing individu di dalam sebuah usaha pariwisata agar mampu menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan Bahasa Mandarin bagi penerjemah lisan dan pembekalan kemampuan Bahasa Mandarin dasar bagi karyawan lokal. Tujuan lainnya adalah memberikan pengenalan terhadap nilai-nilai budaya Tiongkok yang dianggap perlu untuk diketahui oleh pengelola sehingga diharapkan dapat membantu dalam usaha peningkatan kualitas kinerja pengelola DTW Tanah Lot.
Kata Kunci : Manajemen, Bahasa Mandarin, Pelatihan, Penguatan, Partisipasi, Pariwisata
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Girinata, I. M. (2016). Komodifikasi Kawasan Suci Pura Tanah Lot dan Implikasinya terhadap Masyarakat Desa Pakraman Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Denpasar: Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia
Soeroso, A., & Susilo, Y. S. (2014). Strategi pelestarian kebudayaan lokal dalam menghadapi globalisasi pariwisata: Kasus Kota Yogyakarta. Jurnal Penelitian BAPPEDA Kota Yogyakarta, 4, 3-11.
Soeroso, A., & Susilo, Y. S. (2017). Revitalisasi Potensi Saujana Budaya Kawasan Perdesaan Krebet Yogyakarta Berbasis Pada Aktivitas Eko-Ekonomi. Kinerja, 12(1), 1-16.
Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.