PENINGKATAN KREATIFITAS GURU DALAM MEMBUAT VIDEO PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI SLB N 2 DENPASAR
Abstrak
Tantangan para guru pada kondisi Pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran dilakukan secara daring adalah membuat interaksi yang baik antara Pengajar dan Pembelajar selama proses pembelajaran. Akses internet yang tidak merata menjadi hambatan dalam menerapkan pembelajaran langsung maya (live session) melalui video conference. Namun, penyampaian materi harus tetap dilakukan tidak hanya melalui media teks yang cenderung lebih sulit dipahami dibandingkan dengan uraian secara langsung. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan pengabdian yang telah dilakukan adalah mengenalkan bentuk objek belajar asinkron dalam bentuk Video Pembelajaran. Membuat video pembelajaran memiliki tantangan agar selama video berlangsung perhatian dari pembelajar tidak hilang. Pelatihan pembuatan video pembelajaran telah dilaksanakan untuk Guru SLB. Kemampuan penyerapan materi pelatihan beragam, hal ini dapat dipengaruhi latarbelakang pendidikan, penguasaan teknologi bahkan umur dari peserta.
Kata kunci : Video Pembelajaran, Objek Belajar, Daring, Elearning, SLB
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Arikunto Suharsimi, Suhardjono, Supardi.2006. Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta : Bumi Aksara.
Assyifa, F. N., Rohita, & Nurfadilah. (2020). Pengaruh Video Pembelajaran Interaktif Mengenal Warna Terhadap Kemampuan Kognitif Anak. Jurnal Ilmiah PTK PNF, Vol. 15 No. 2, Desember 2020
Crawford, A. J.. et al. (2020). Journal of Applied Learning & Teaching COVID-19 : 20 countries higher education intra-period digital pedagogy responses, Journal of Applied Learning & Teaching, 3(1).
Clarke, T. and Clarke, E. (2009) ‘Born digital? Pedagogy and computer-assisted learning’, Education and Training, 51(5), pp. 395–407. doi: 10.1108/00400910910987200.
Darmawan. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
Dewi, LMI., & Rimpiati, NL. (2015). Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Video Interaktif Dengan Setting Diskusi Kelompok Kecil Untuk meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Anak Usia Dini. JEPUN: Jurnal Pendidikan Universitas Dhyana Pura, 1 (1), 31-46. Diakses melalui https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/Jepun/article/view/78
Harkins, A. M. (2008) ‘Leapfrog Principles and Practices ’:, Futures Research Quarterly, pp. 1–15.
Haryani, S. ., & Sari, V. M. . (2021). Efektifitas Penggunaan Video Pembelajaran dalam Meningkatkan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun di Masa Pembelajaran Jarak Jauh. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(2), 4365–4572. Retrieved from https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/1563
Jeschke, S. (2014) ‘Higher Education 4.0 – Trends and Future Perspectives for Teaching and Learning’, Trends in Glycoscience and Glycotechnology, 26(150), pp. 89–97. doi: 10.13140/RG.2.1.1509.0002.
Li. Y. J.& Shieh.J. C.(2015). A study on the effects of multiple goal orientation on learning motivation and learning behaviors. Eurasia Journal of Mathematics, Science & Technology Education, 12(1), 161-172
Nedeva, V. and Dineva, S. (2009) ‘New learning innovations with Web 4.0’, 1(1).
Puncreobutr, V. (2016) ‘Education 4.0: New Challenge of Learning’, Journal of Humanities and Social Sciences, 2(2), pp. 92–97. Available at: http://scopuseu.com/scopus/index.php/hum-se-sc/article/view/188.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryansyah, Titi dan Suwarjo. (2016). Pengembangan Video Pembelajaran Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasilbelajar Kognitif Siswa Kelas IV SD. Jurnal Prima Edukasia. ISSN:2338-4743. Volume 4 –Nomor 2, Juli 2016, (209 -221).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.