PENGENDALIAN KOLESTEROL DARAH DAN PENYIAPAN MENU HARIAN RENDAH KALORI DI DESA PEDAWA BULELENG

  • I.A.D. Wiryanthini Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • I.W. Surudarma
  • I.W.G. Sutadarma
  • D.M. Wihandani
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/BUM.2024.v23.i03.p12

Abstrak

Kolesterol darah yang tidak terkontrol dapat menimbulkan gangguan kesehatan, salah satunya penyakit stroke. Peningkatan kolesterol darah dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang, seperti pola makan tinggi kalori dan tinggi lemak serta kurang olahraga. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan tingkat derajat kesehatan masyarakat dengan meningkatkan informasi tentang pentingnya mengukur diet harian dan kolesterol darah. Pemeriksaan kadar kolesterol darah hanya dilakukan satu kali dalam bentuk studi prevalensi. Responden adalah 47 warga Desa Pedawa yang berkunjung ke Wantilan di Desa Pedawa, prevalensi responden penderita hiperkolesterolemia sebesar 53,2%. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan penyuluhan dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kolesterol dan penyakit akibat tingginya kadar kolesterol darah guna meningkatkan kesehatan masyarakat.


Kata kunci: Desa Pedawa, hiperkolesterolemia, kolesterol darah, menu harian, penyakit stroke

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Annies. (2015). Kolesterol dan Penyakit Jantung Koroner Jogjakarta. Ar-Ruzz Media.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Laporan nasional riset kesehatan dasar 2013. Jakarta:
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
Khomsan, A. (2007). Sehat dengan Makanan Berkhasiat. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Nastiti, D. (2012). Gambaran faktor risiko kejadian stroke pada pasien rawat inap stroke di Rumah Sakit
Krakatau Medika Tahun 2011. Skripsi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Nasution. (2013). Stroke non hemoragik pada laki-laki usia 65 tahun. Jurnal Medula. Volume 1, No 3. Halaman
1–9.
Rahayu, E.O. (2016). Perbedaan risiko stroke berdasarkan faktor risiko biologi pada usia produktif. Jurnal
Berkala Epidemiologi,Volume 4, No 1. Halaman 113–125.
Saputri, D.A. dan Novitasari, A. (2021). Hubungan pola konsumsi dengan kadar kolesterol masyarakat di kota
Bandar Lampung. Serambi Saintia Jurnal Sains dan Aplikasi. Volume IX, No 1. Halaman 8-22.
Space, J.D. (2012). Stroke prevention, treatment, and rehabilitation. New York: Mc Graw Hill.
Susanti, E. dan Kholisoh, N. (2018). Konsutruksi makna kualitas hidup hehat (Studi fenomenologi pada
anggota komunitas herbalife klub sehat ersand di Jakarta). Jurnal Lugas. Volume 2, No 1. Halaman 1-12.
DOI: https://doi.org/10.31334/jl.v2i1.117
Swandewi, N.P., Mudana, I.W. dan Sendratari, L.P. (2020). Pengetahuan tradisional pengolahan gula aren
dalam persepektif perubahan sosial di desa Pedawa, Buleleng, Bali. E-Journal Pendidikan Sosiologi
Universitas Pendidikan Ganesha. Voume 2, No 2. Halaman 105-115. DOI:
https://doi.org/10.23887/jpsu.v2i2.28055
Syarfaini, Ibrahim, I.A. dan Yuliana. (2020). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kadar
kolesterol pada aparatur sipil negara. Jurnal Kesehatan. Volume 13, No 1. Halaman 53-60.
Yoeantafara, A. dan Martini, S. (2017). Pengaruh pola makan terhadap kadar kolesterol total: The influence of
diet to total cholesterol levels. Jurnal MKMI. Volume 13, No 4. Halaman 304-309.
https://doi.org/10.30597/mkmi.v13i4.2132
Diterbitkan
2023-08-24
##submission.howToCite##
WIRYANTHINI, I.A.D. et al. PENGENDALIAN KOLESTEROL DARAH DAN PENYIAPAN MENU HARIAN RENDAH KALORI DI DESA PEDAWA BULELENG. Buletin Udayana Mengabdi, [S.l.], v. 23, n. 3, p. 236-240, aug. 2023. ISSN 2654-9964. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/jum/article/view/78427>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/BUM.2024.v23.i03.p12.

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##