Kategori dan Emisi Sampah Laut (Macro-debris) Pada Muara Sungai Di Teluk Benoa, Bali

Macro debris; Plastic; Emissions; River Estuary; Benoa Bay

  • Catherina Brighida Br Purba Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • Yulianto Suteja Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • Ima Yudha Perwira Program Studi Manajamen Sumberdaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Bali, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/JMRT.2025.v08.i01.p08

Abstrak

 





Sampah laut menjadi masalah serius karena semakin tingginya jumlah sampah yang dapat berdampak bagi ekosistem laut. Studi ini menginvestigasi masalah sampah laut di Teluk Benoa, Bali, dengan fokus pada empat muara sungai utama yang menjadi sumber utama pencemaran. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sampah laut, khususnya sampah makro seperti plastik, logam, kaca, karet, kayu, dan kain, serta untuk mengetahui emisi sampah laut dari ke empat sungai di Teluk Benoa. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan jaring selama 20 menit di masing-masing muara sungai, dengan tiga ulangan per lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik merupakan jenis sampah yang paling mendominasi, terutama di muara sungai Badung, Loloan, Sama, dan Punggawa. Estimasi harian rata- rata sampah makro dari keempat muara sungai mencapai 13.752 item/hari atau 139,584 kg/hari. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan One Way ANOVA ditemukan bahwa kelimpahan sampah makro dalan jumlah dan berat ditemukan perbedaan yang signifikan dari masing-masing lokasi penelitian (p<0,05). Hal ini diduga karena masing- masing lokasi memiliki kepadatan permukiman dan jarak permukiman yang berbeda. Emisi sampah laut yang paling tinggi ditemukan pada muara sungai Badung sebesar 4824 ± 792 item/hari atau 63,40 ± 23,57 kg/hari dan emisi paling rendah ditemukan pada muara sungai Punggawa sebesar 2376 ± 259,59 item/hari atau berat 20,80 ± 6,59 kg/hari. Implikasi penelitian ini memperlihatkan urgensi pengelolaan sampah di muara sungai Teluk Benoa. Langkah-langkah manajemen yang lebih baik diperlukan untuk mengurangi dampak negatif sampah laut terhadap lingkungan laut di Bali, terkhusus di perairan Teluk Benoa.




##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2025-02-28
##submission.howToCite##
BR PURBA, Catherina Brighida; SUTEJA, Yulianto; PERWIRA, Ima Yudha. Kategori dan Emisi Sampah Laut (Macro-debris) Pada Muara Sungai Di Teluk Benoa, Bali. Journal of Marine Research and Technology, [S.l.], v. 8, n. 1, p. 54-59, feb. 2025. ISSN 2621-0096. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/jmrt/article/view/118569>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/JMRT.2025.v08.i01.p08.
Bagian
Articles