Pemodelan Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen/DO) di Perairan Teluk Benoa

  • Dika Madyawan Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Badung, Bali
  • I Gede Hendrawan Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Badung, Bali
  • Yulianto Suteja Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana, Badung, Bali
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/jmas.2020.v06.i02.p15

Abstrak

Oksigen terlarut merupakan jumlah miligram gas oksigen yang terlarut dalam air yang dipengaruhi oleh tekanan atmosfer, suhu, salinitas, turbulensi air, aktivitas fotosintesis, respirasi dan limbah yang masuk ke badan air. Metode Finite Volume Coastal Ocean Model (FVCOM) bisa digunakan untuk kajian tentang pemodelan kualitas perairan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi DO secara spasial di Perairan Teluk Benoa saat musim barat di bagian permukaan perairan dan di bagian kedalaman. Penelitian ini dilakukan di Perairan Teluk Benoa dan 5 Sungai yang bermuara di Teluk Benoa pada tanggal 29 Januari sampai 25 Februari 2018 untuk mewakili musim barat. Dalam menjalankan simulasi model dilakukan dua kali tahapan, yaitu melakukan pemodelan numerik untuk mendapatkan hasil pola arus di Teluk Benoa, yang kedua melakukan pemodelan numerik yang ditambahkan input konsentrasi kualitas perairan untuk mendapatkan pola sebaran DO secara horizontal dan vertikal. Nilai oksigen terlarut yang didapatkan dari hasil model yaitu berkisar antara 4,3 – 8,4 mg/l di permukaan Perairan Teluk Benoa. Berdasarkan hasil model pada kondisi pasang tertinggi, kondisi pasang menuju surut serta kondisi surut terendah konsentrasi oksigen terlarut di permukaan lebih tinggi dibandingkan dengan daerah dasar perairan tetapi untuk kondisi surut menuju pasang kandungan konsentrasi oksigen terlarut di permukaan lebih tinggi. Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini yaitu konsentrasi DO di Perairan Teluk Benoa memiliki nilai minimum 2 mg/l dan maksimum 8,4 mg/l. Dimana pada setiap kondisi elevasi pasang surut konsentrasi oksigen terlarut cenderung lebih tinggi pada bagian yang berdekatan dengan daratan dan pada permukaan air laut.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2020-12-16
##submission.howToCite##
MADYAWAN, Dika; HENDRAWAN, I Gede; SUTEJA, Yulianto. Pemodelan Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen/DO) di Perairan Teluk Benoa. Journal of Marine and Aquatic Sciences, [S.l.], v. 6, n. 2, p. 270-280, dec. 2020. ISSN 2549-7103. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/jmas/article/view/47715>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/jmas.2020.v06.i02.p15.
Bagian
Articles