Interpretasi Baru “Malo” dan Penegakan Karakter Kejujuran: Tafsir Budaya(wan) Madura atas “Sisi Gelap” Pengelolaan Keuangan Daerah (Studi Bid’ah Hermeneutics)

  • Achdiar Redy Setiawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/JIAB.2019.v14.i02.p10

Abstrak

Abstrak: Interpretasi Baru Konsep “Malo” dan Penegakan Karakter Kejujuran:  Tafsir Budaya(wan) Madura Atas “Sisi Gelap” Pengelolaan Keuangan Daerah (Studi Bid’ah Hermeneutics). Riset ini bertujuan menggali tafsir budaya(wan) Madura terhadap multitafsir dari aparatur sehubungan dengan mekanisme “Dana Taktis” dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah pada temuan riset Setiawan, Irianto dan Achsin (2013) yang terejawantah dalam kalimat temuan system-driven (un)fraud. Berbasis metodologi bid’ah hermeneutics, sebuah bentuk perluasan dari hermeneutika, multitafsir dari pengelola keuangan daerah dicarikan tafsir dari nilai budaya Madura sebagai salah satu pegangan nilai yang dipegang kuat masyarakat pada situs di mana riset Setiawan, Irianto dan Achsin (2013) dilakukan. Nilai budaya dalam penelitian ini digali dari budayawan Madura terpilih yang juga memahami persoalan “Dana Taktis” ini. Riset ini menyimpulkan bahwa nilai kejujuran tidak memperkenankan adanya “penyiasatan” dalam bentuk apapun. Kejujuran adalah sendi nilai yang harusnya mewarnai segala hal ikhwal kehidupan, termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah. Tafsir baru atas konsep “malo” dan penegakan budaya kejujuran adalah hal penting yang harus diajukan sebagai solusi jangka panjang secara kebudayaan guna mengeliminasi praktik nir-kejujuran

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Armas, A. 2004.Tafsir Al-Qur’an Atau “Hermeneutika Al-Qur’an”.Islamia: Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam. Tahun 1 No 1 Muharam 1425/ Maret 2004, hal.38-45.
Bey, A.D. 2012. Peran Budaya/Kebudayaan dalam Menemukan Kembali Karakter Madura yang Hilang. Prosiding Kongres Kebudayaan Madura II. Sumenep, 21-23 Desember 2012.
Burrell, G and G. Morgan. 1979. “Sociological Paradigms and Organisational Analysis: Elements of the Sociology of Corporate Life”, reprinted by Arena, Ashgate Publishing Limited, England.
Chua, W.F. 1986, Radical Developments in Accounting Thought, The Accounting Review, Vol.LXI, No.4, Oktober, p.601-632.
Daud, W.M.N.W. 2004.Tafsir dan Ta’wil sebagai Metode Ilmiah.Islamia: Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam.Tahun 1 No 1 Muharam 1425/ Maret 2004 hal. 54- 69.
De Jonge, H. 2011. Garam, Kekuasaan dan Aduan Sapi: Esai-esai tentang Orang Madura dan Kebudayaan Madura. LKIS. Jogjakarta.
Djamhuri, A. 2012.Ilmu Pengetahuan Sosial dan Berbagai Paradigma dalam Kajian Akuntansi.Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol. 2 No. 1 April 2011 hal. 147-185.
Husaini, A. 2004.Problem Teks Bibel dan Hermeneutika.Islamia: Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam.Tahun 1 No 1 Muharam 1425/ Maret 2004.hal. 7-15.
Imron, D.Z. 2012. Pendidikan Karakter. Paramadina – Asia Foundation. Jakarta.
Maulidin. 2003. Sketsa Hermeneutika. Gerbang, Jurnal Studi Agama dan Demokrasi: Menafsirkan Hermeneutika.Lembaga Studi Agama dan Demokrasi (eLSAD). Surabaya.
Mulawarman, A.D. 2010. Integrasi Paradigma Akuntansi: Refleksi atas Pendekatan Sosiologi dalam Ilmu Akuntansi, Jurnal Akuntansi Multiparadigma, Vol.1, No.1 April, hal.155-171.
Rifai, M.A. 2007. Manusia Madura: Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, penampilan dan Pandangan Hidupnya; seperti Dicitrakan Peribahasanya. Pilar Media. Jogjakarta.
Rifai, M.A. 2012. Memadurakan Memuda Madura menjadi Manusia Idaman Abad XXI. Prosiding Kongres Kebudayaan Madura II. Sumenep, 21-23 Desember 2012.
Setiawan, A.R. 2016. Al-Halalu Bayn Wal Haroomu Bayn: Tafsir Agama(Wan) Atas Multitafsir “Sisi Gelap” Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol. 7 No. 1, April 2016, hal. 17-35.
Setiawan, A.R., G. Irianto dan M.Achsin. 2013. System-Driven (Un)Fraud: Tafsir Aparatur Terhadap “Sisi Gelap” Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol. 4 No. 1, April 2013
Setiawan, A.R. 2011. Tinjauan Paradigma Penelitian: Merayakan Keragaman Pengembangan Ilmu Akuntansi Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol. 2 No. 3, Desember 2011, hal. 531-540.
Suharto, Ugi. 2004. Apakah Al Quran Memerlukan Hermeneutika?.Islamia: Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam. Tahun 1 No 1 Muharam 1425/ Maret 2004, hal.46-53
Sudarma, M. 2010, Paradigma Penelitian Akuntansi dan Keuangan, Jurnal Akuntansi Multiparadigma, Vol.1, No.1, April, hal.97-108.
Suharto, Ugi. 2004. Apakah Al Quran Memerlukan Hermeneutika?.Islamia: Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam. Tahun 1 No 1 Muharam 1425/ Maret 2004, hal.46-53.
Wiyata. L. 2003. Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura. LKIS Jogjakarta.
Zarkasyi, Hamid Fahmi. 2004. Menguak Nilai di balik Hermeneutika.Islamia: Majalah Pemikiran dan Peradaban Islam.Tahun 1 No 1 Muharam 1425/ Maret 2004, hal.16-29.
Diterbitkan
2019-05-24
##submission.howToCite##
SETIAWAN, Achdiar Redy. Interpretasi Baru “Malo” dan Penegakan Karakter Kejujuran: Tafsir Budaya(wan) Madura atas “Sisi Gelap” Pengelolaan Keuangan Daerah (Studi Bid’ah Hermeneutics). Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, [S.l.], v. 14, n. 2, p. 251-264, may 2019. ISSN 2303-1018. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/jiab/article/view/46569>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/JIAB.2019.v14.i02.p10.
Bagian
Articles