ANALISIS KADAR ASAM ASKORBAT (VITAMIN C ) PADA MINUMAN SUPLEMEN DALAM KEMASAN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SECARA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG
Abstrak
Asam askorbat atau vitamin C banyak terdapat pada minuman suplemen kemasan yang mudah ditemukan dimanapun dan penggunaanya yang relatif lebih praktis. Untuk mengetahui kadar vitamin C yang tepat dalam minuman suplemen dilakukan pengukuran dengan metode spektrofotometri UV-Vis secara langsung dan tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode manakah yang lebih baik untuk analisis vitamin C dan mengetahui apakah kadar vitamin C yang tercantum pada label minuman suplemen kemasan sesuai dengan hasil metode langsung dan tidak langsung. Sampel dipreparasi menggunakan metode spektrofotometri secara langsung dan tidak langsung menggunakan logam pereduksi Cr6+ yang direaksikan dengan vitamin C pada sampel dan dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasilnya menunjukkan bahwa analisis vitamin C dengan metode spektrofotometri lebih baik secara tidak langsung daripada secara langsung. Kadar vitamin C pada sampel minuman suplemen dalam kemasan A, B, dan C yang dianalisis dengan metode spektrofotometri secara langsung diperoleh masing-masing sebesar 1074,34 mg/L ; 5956,44 mg/L dan 6646,28 mg/L dengan nilai %kesesuaian kadar 88,91%, 89,35%, dan 89,66%. Sedangkan kadar vitamin C pada sampel minuman suplemen dalam kemasan A, B, dan C yang dianalisis dengan metode spektrofotometri secara tidak langsung diperoleh masing-masing 1178,17 mg/L ; 6162,41 mg/L dan 6718,58 mg/L dengan % kesesuaian kadar 97,50%, 92,44% dan 90,63%. Hasil uji -t menyatakan tidak ada perbedaan secara signifikan antara kadar vitamin C sampel A yang dianalisis dengan metode tidak langsung dengan kadar yang tertera di label kemasan. Sedangkan kadar vitamin C pada sampel B tidak berbeda secara signifikan baik ditentukan dengan metode langsung maupun tidak langsung.
Kata kunci: Cr6+, minuman suplemen dalam kemasan, spektrofotometer UV-Vis, Vitamin C.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
AOAC. 2012. Official Methods of Analysis of The Association Agricultural Chemists. 10th ed. Washington DC.
BPOM. 2016. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 13 Tahun 2016 tentang Pengawasan Klaim Pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Emadi, M., Zare, M. A., Moradlou, O., Iranpour, M. 2014. Indirect Determination of Ascorbic Acid by Atomic Absorption Spectroscopy, Journal of Physical Chemistry and Electrochemistry, Islamic Azad University Marvdasht Branch. Iran. 2(2), 87-92.
Ermer, J. dan Miller, J. H. McB. 2005. Method Validation in Pharmaceutical Analysis, A Guide to Best Practice. Weinheim: Wiley-VchVerlag GmbH dan Co. KGaA.
Jagasia, P. V. 2015. Sensitive Spectrophotometric Determination Of Vitamin C In Herbal Products And Plant Samples. World Journal of Pharmaceutical Research. 4(6): 1762-1769.
Jiang, Q. Zhang and Zhang, J. 2001. Analitica Chimica Acta. Elsevier.
Laras. 2012. Validasi Metode Analisis dan Penentuan Kadar Vitamin C Pada Minuman Buah Kemasan Dengan Spektrofotometri UV-Visible. FMIPA UI. Depok.
Miller, J. C. and Miller, J. N. 2005. Statistics and Chemometrics for Analytical Chemistry. 5th ed. Pearson Education Limited. Edinburgh Gate. England. 111.
Sofriani, L. 2017. Pengaruh Paparan SInar Matahari dan Oksigen Terhadap Kandungan Asam Askorbat pada Minuman Bervitamin. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Revanasiddappa dan Veena. 2007. Sensitive Spectrophotometric Methods for the Determination of Ascorbic Acid. E-Journal of Chemistry. 5(1): 10-15.
Riyanto. 2014. Validasi & Verifikasi Metode Uji: Sesuai dengan ISO/IEC 17025 Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi. Yogyakarta: Deepublish.
Sulistyoningsih. 2011. Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak., Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sumardi. 2002. Validasi Metode Pengujian. Pusat Standardisasi dan Akreditasi Sekretariat Jendral Depertemen Pertanian. Jakarta.
Sweetman SC. 2005. Martindale The Complete Drug Reference. 34th ed. London: Pharmaceutical Press.
BPOM, 2016, Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 13 Tahun 2016 tentang Pengawasan Klaim Pada Label dan Iklan Pangan Olahan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Ermer, J., dan Miller, J.H.McB., 2005, Method Validation in Pharmaceutical Analysis, A Guide to Best Practice, Wiley-VchVerlag GmbH dan Co. KGaA, Weinheim, 253.
Jiang, Q. Zhang and J. Zhang, 2001, Analitica Chimica Acta, Elsevier.
Laras, 2012, Validasi Metode Analisis dan Penentuan Kadar Vitamin C Pada Minuman Buah Kemasan Dengan Spektrofotometri UV-Visible, FMIPA UI, Depok.
Lila Sofriani, 2017, Pengaruh Paparan SInar Matahari dan Oksigen Terhadap Kandungan Asam Askorbat pada Minuman Bervitamin, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Masoomeh Emadi, Mohammad Ali Zare, Omran Moradlou, Maryam Iranpour, 2014, Indirect Determination of Ascorbic Acid by Atomic Absorption Spectroscopy, Journal of Physical Chemistry and Electrochemistry, Islamic Azad University Marvdasht Branch, Iran. 2(2), 87-92.
Miller, J. C. and Miller, J. N., 2005, Statistics and Chemometrics for Analytical Chemistry, 5th ed, Pearson Education Limited, Edinburgh Gate, England, 111.
Pooja V. Jagasia, 2015, Sensitive Spectrophotometric Determination Of Vitamin C In Herbal Products And Plant Samples, World Journal of Pharmaceutical Research, 4(6), 1762-1769
Revanasiddappa dan Veena, 2007, Sensitive Spectrophotometric Methods for the Determination of Ascorbic Acid, E-Journal of Chemistry. 5(1), 10-15.
Riyanto, 2014, Validasi & Verifikasi Metode Uji: Sesuai dengan ISO/IEC 17025 Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi, Deepublish, Yogyakarta.
Sulistyoningsih, 2011, Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Sumardi, 2002, Validasi Metode Pengujian, Pusat Standardisasi dan Akreditasi Sekretariat Jendral Depertemen Pertanian, Jakarta.
Sweetman SC., 2005, Martindale The Complete Drug Reference, 34 th ed, Pharmaceutical Press, London, UK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License



