KADAR Fe DAN Zn DALAM KRIM KENTAL MANIS KEMASAN KALENG EXPIRE DAN NON EXPIRE MENGGUNAKAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) UNTUK DESTRUKSI BASAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA)
Abstrak
Susu kental manis umumnya dikemas dalam bentuk kaleng yang terbuat dari besi dan seng yang mengalami korosi seiring bertambahnya waktu kontak dan perubahan suasana susu kental manis sehingga logam tersebut dapat mengontaminasi susu kental manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode destruksi basah terbaik, mengetahui pengaruh penambahan variasi volume H2O2 30% dalam proses destruksi basah, mengetahui kadar Fe dan Zn dalam susu kental manis expire dan non expire serta membandingkannya dengan baku mutu. Sampel didestruksi basah menggunakan variasi pendestruksi HNO3 70% : H2O2 30% yaitu 3:0 (metode A); 3:0,5 (metode B) 3:1 (metode C); 3:2 (metode D) kemudian hasilnya diukur menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Analisis Fe menggunakan metode kurva adisi standar sedangkan analisis Zn menggunakan metode kurva kalibrasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi pendestruksi HNO3:H2O2 terbaik dalam metode destruksi basah adalah 3:0,5 untuk analisis Fe dan 3:2 untuk analisis Zn. Penambahan variasi volume H2O2 30% dalam destruksi basah untuk analisis Fe memberikan hasil yang berbeda nyata untuk susu kental manis non expire tetapi tidak berbeda nyata untuk susu kental manis expire. Untuk analisis Zn memberikan hasil yang berbeda nyata untuk susu kental manis non expire dan expire. Kadar logam dalam susu kental manis expire dan non expire yang didestruksi basah menggunakan variasi pendestruksi terbaik diperoleh berturut-turut 0,2759 dan 0,7126 mg/kg untuk logam Fe dan 4,1645 dan 2,4367 mg/kg untuk logam Zn. Kadar Fe dan Zn dalam susu kental manis masih berada dibawah batas maksimum yang ditetapkan oleh SNI.
Kata kunci: Fe, H2O2, Spektrofotometer Serapan Atom, susu kental manis, Zn
##plugins.generic.usageStats.downloads##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License



