ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN PATI

  • Sri Hadi Sulistiyaningsih Stikes Bakti Utama Pati
  • Siti Niamah
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/coping.2020.v08.i04.p06

Abstrak

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Wilayah Puskesmas Kabupaten Pati. Penelitian merupakan penelitian explanatory research dengan pendekatan metode cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 59 balita yang megalami kejadian stunting yang diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Analisis yang digunakan adalah  uji Chi Square dan uji analisis regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan Pengetahuan (p value = 0,039), Berat Badan Lahir (p value = 0,020),  Faktor Ekonomi (p value = 0,001), dan Pola Asuh (p value = 0,021), Riwayat Pemberian ASI (p value = 0,040) dan riwayat penyakit infeksi (p value = 0,014) dengan kejadian stunting. Variabel yang berpengaruh secara bersama – sama dengan kejadian stunting adalah Berat Badan Lahir (p value = 0,007), Faktor Ekonomi (p value = 0,011), dan Pola Asuh (p value = 0,004). Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar masyarakat terutama ibu dan keluarga yang memiliki anak dibawah 5 tahun agar mematuhi dan melaksanakan program terkait dengan pemberian gizi seimbang pada balita dan  menambah kreatifitas untuk pemberian makanan pada anaknya.


 


 

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

1. Kemenkes RI, 2018. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Pusat Data dan Informasi. Jakarta
2. Riskesdas. 2018. Hasil Utama Riskesdas. Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta
3. BAPPENAS, 2011 Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi 2011-2015, Jakarta
4. Hutasoit, H,M,A,I. 2012. Analisis Faktor Risiko Stunting Pada Anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Tapanuli Utara. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/59020
5. Marfina. 2013. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-24 Bulan di Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/61604?show=full
6. Hayati AW, Hardinsyah, Jalal F, Madanijah S, Briawan D. 2012. Determinan Stunting Anak Baduta. WNPG X Nov 20-21. Jakarta: LIPI
7. Anugraheni, HS dan Kartasurya, MI. 2012. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Journal of Nutrition College. Volume 1, Nomor 1 (30-37).
8. AL – Rahmad Ah, Miko A, Hadi A. 2013. Kajian Stunting Pada Anak Balita Ditinjau Dari Pemberian ASI Eksklusif, MP-ASI, Status Imunisasi, Dan Karakteristik Keluarga Di Kota Banda Aceh. Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasawakes. 6(2) : 169 – 184
9. Agustina, A. 2015. Faktor-faktor Risiko Kejadian Stunted pada Balita (24-59 bulan) di Wilayah Kerja Puskesmas Sosial Palembang Tahun 2014. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/download/19900/18812
10. Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
11. Setiawan, Eko. Dkk. 2018. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Kota Padang. http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/download/813/669
12. Anugraheni, H. S. 2012. Faktor Risiko Kejadian Stunting pada anak usia 12-36 bulan di kecamatan Pati, Kabupaten Pati (Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang). Diakses dari http://www.ejournal-s1.undip.ac.id
13. Meilyasari, F. & Isnawati, M. 2014. Faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 12 bulan di Desa Purwokerto Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Journal of Nutrition College, 3(2), 16-25. Diakses dari http://www,ejournal-s1.undip.ac.id
14. Ni’mah, K & Nadhoroh, S.R. 2015. Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita. https://e-journal.unair.ac.id/mgi/article/download/3117/2264
15. Aridiyah Okky F, dkk. 2015. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/download/2520/2029
16. 17 Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamatan Naggalo. http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/download/733/589
17. Mugianti, Sri & dkk. 2018. Faktor penyebab anak Stunting usia 25-60 bulan di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. https://jnk.phb.ac.id/index.php/jnk/article/view/374
18. Yudianti, Rahmat Haji Saeni. 2016. Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kabupaten Polewali Mandar. https://jurnal.poltekkesmamuju.ac.id/index.php/m/article/download/9/8
19. Ngaisyah, Dewi. 2015. Hubungan Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Kanigoro, Saptosari, Gunung Kidul Http://Medika.Respati.Ac.Id/Index.Php/Medika/Article/Viewfile/105/101
Diterbitkan
2020-12-29
##submission.howToCite##
SULISTIYANINGSIH, Sri Hadi; NIAMAH, Siti. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN PATI. Coping: Community of Publishing in Nursing, [S.l.], v. 8, n. 4, p. 382, dec. 2020. ISSN 2715-1980. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/coping/article/view/67572>. Tanggal Akses: 05 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/coping.2020.v08.i04.p06.
Bagian
Articles