HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PERAWAT DI RUANG LELY 1 DAN 2 RSUD BULELENG

  • Luh Dea Pratiwi Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • I Kadek Saputra Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
  • Meril Valentine Manangkot Program Studi Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/coping.2020.v08.i04.p13

Abstrak

Perawat merupakan profesi tenaga kesehatan terbanyak di rumah sakit yang harus menangani dan merawat pasien selama 24 jam dan melakukan asuhan keperawatan yang menerapkan tindakan manual material handling. Manual material handling berisiko menimbulkan beban kerja fisik yang ditandai dengan adanya nyeri di daerah otot yang disebut dengan keluhan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja fisik dengan keluhan muskuloskeletal pada perawat di ruang Lely 1 dan 2 RSUD Buleleng. Penelitian ini merupakan deskriptif korelasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 responden yang dipilih dengan metode probability sampling yaitu total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cardiovascular load dengan menggunakan ten pulse method dan Nordic Body Map. Hubungan beban kerja fisik dengan keluhan muskuloskeletal pada perawat dianalisis menggunakan Pearson Product Moment karena data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja fisik katagori sangat ringan (84%) dan keluhan muskuloskeletal kategori rendah (84%). Uji Pearson Product Moment menunjukkan adanya hasil yang signifikan dengan nilai p yaitu 0,000, r=0,806. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang positif antara beban kerja fisik dengan keluhan muskuloskeletal pada perawat di ruang Lely 1 dan 2 RSUD Buleleng. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk menerapkan sikap ergonomis sesuai prosedur dalam memberikan asuhan keperawatan.


 

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Adelina, R. (2010). Analisis pengaruh shift kerja terhadap beban kerja mental dengan metode subjective workload assessment technique (SWAT). Jurnal Teknologi. 3(1),53-60.
Amalia, O. 2010. Analisis faktor risiko musculoskeletal disorder pada buruh informa pasar grogi JakartaPusat tahun 2010. Skripsi. Jakarta:Fakultas Kedokteran Uin Syarif Hidayatullah aplikasi di tempat kerja. Surakarta:Harapan Pers.
Cluett, J. (2014). Frozen Shoulder. Diakses dari http://orthopedics.about.com/cs/frozenshoulder/a/frozenshoulder.
Dahlan, S. (2014). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Epidemiologi Indonesia.
Depkes. (2012). Standar tenaga keperawatan di rumah sakit. Depkes RI: Jakarta
Hardiyanto., & Rossa, I. 2015. Faktor – faktor yang berhubungan dengankeluhan muskuloskeletal diosred pada karyawan bank x. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2).
Hakkinen, A., & Wiren, J. (2009). Effect of manual therapy and stretching on neck muscle stregth and mobility in chronic neck pain. Journal Rehabilitation Medic,
39(1), 575-579.
Kristanto, A., & Manopo, R. (2010). Perancangan Ulang Fasilitas Kerja Pada Stasiun Cutting Yang Ergonomis Guna Memperbaiki Posisi Kerja Operator Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Kerja. Jurnal Informatika, 4(2):467-468.Kroemer, E. (2011). Ergonomics : how to design for ease and efficiencysecond edition. Prentice Hall.
Menengkey, K., Josephus & Pinontoan, O. (2016). Analisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada perawat IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Skripsi. Manado : Universitas Sam Ratulangi.
Marquis, B.L., & Huston, C. J. 2010.Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan: Teori dan Aplikasi Edisi 4. Jakarta : EGC Notoadmodjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Pengurus Pusat PPNI. (2010). Standar profesi dan kode etik perawat Indonesia. Jakarta: PPNI.
Prawira, A. (2016). Faktor yang berhubungan terhadap keluhan muskuloskeletal pada mahasiswa Universitas Udayana Tahun 2016.
Journal of Industrial Hygiene and Ocupational Health, 1(2).
Saftarina, F., & Larasati, T. (2014). Hubungan shift kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jurnal Majority, 5(3), 8-24.
Tarwaka. (2010). Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja. Solo: Harapan Press Solo.
Tarwaka. (2014). Keselamatan dan kesehatan kerja: manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja. Surakarta: Harapan Press
Young, G., Zavelina, L., & Hooper, V.(2012). Assessment of Workload Using Task Load Index in Perianesthesia Nursing. Journal ofPerianasthesia Nursing. 23 (3),
102-110.
Zamma, I. (2010). Hubungan lama duduk saat perkuliahan dengan keluhan low back pain. Jakarta: Universitas Indonesia.
Diterbitkan
2020-12-29
##submission.howToCite##
PRATIWI, Luh Dea; SAPUTRA, I Kadek; MANANGKOT, Meril Valentine. HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PERAWAT DI RUANG LELY 1 DAN 2 RSUD BULELENG. Coping: Community of Publishing in Nursing, [S.l.], v. 8, n. 4, p. 440, dec. 2020. ISSN 2715-1980. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/coping/article/view/62134>. Tanggal Akses: 05 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/coping.2020.v08.i04.p13.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##