GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PERAWAT MENGGUNAKAN HANDSCOON DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA
Abstrak
Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapatkan di pelayanan kesehatan yang dapat menyebar melalui pasien, petugas kesehatan, dan pengunjung. Upaya untuk melindungi perawat dan pasien dari infeksi nosokomial yaitu diterapkannya standard precaution. Standard precaution yang penting dipatuhi oleh perawat yaitu penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti penggunaan handscoon. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan perawat menggunakan handscoon di Ruang Rawat Inap RSUD Wangaya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu 44 perawat yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner dan lembar observasi dengan menggunakan acuan dari piramida penggunaan handscoon menurut WHO. Gambaran tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat menggunakan handscoon dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 65,1% memiliki pengetahuan cukup, 34,9% memiliki pengetahuan baik, sedangkan 44,2% responden memiliki kepatuan cukup, 55,8% responden memiliki kepatuhan baik. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mempertahankan dan lebih meingkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan handscoon dengan cara mengikuti sosialisasi tentang penggunaan handscoon.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Darmadi. (2008). Infeksi: Problematika dan pengendaliannya. Salemba Medika.
Hapsari, A. P., Wahyuni, C. U., & Mudjianto, D. (2018). Knowledge of Surveillance Officers on Identification of Healthcare-associated Infections in Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), 130. https://doi.org/10.20473/jbe.V6I22018.130-138
Labrague, J. L., Yboa, B., & Pettitte, D. (2015). Disaster preparednes in philipin nurse. Journal of Nursing Scholarship.
Notoatmojo. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmi Perilaku. Rineka Cipta.
Putra, P. W. K., Kusuma Raharjo, A. A., & Ngurah Darmawan, A. K. (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet Terhadap Perilaku Mencuci Tangan Pengunjung di Rumah Sakit Umum Bali Royal. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 1(2). https://doi.org/10.36474/caring.v1i2.6
Putri, R., Wayan Agung Indrawan, I., & Andarini, S. (2015). Pengaruh Faktor Instrinsik dan Ekstrinsik terhadap Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini oleh Bidan di Puskesmas Rawat Inap. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 28(3), 247–257. https://doi.org/10.21776/ub.jkb.2015.028.03.16
Putri, S. A., Widjanarko, B., & Shaluhiyah, Z. (2018). Faktor-Fakto Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) DI RSUP DR. Kariadi Semarang. JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, 6, 9.
Rarung, C. M., Kawatu, P. A. T., & Joseph, W. B. S. (n.d.). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kotamobagu. 7.
Rini, D. S., Suryani, M., & Utomo, T. P. (2017). Pelaksanaan Universal Precautions Oleh Perawat Pelaksana Di Ruang Kenanga RSUD DR. H. Soewondo Kendal. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12.
Setiawati, S. (2008). Proses Pembelajaran Dalam Pendidikan Kesehatan. Trans Info Media.
Simatupang, R. B. (2017). Kesiapsiagaan RSPAD Gatot Soebroto Dalam Penanggulangan Bencana Pandemi Influenza Untuk Mengantisipasi Ancaman Bioterorisme. 32.
Supiana, N., & Rosa, E. M. (2015). Pelaksanaan Kebijakan Dan Penilaian Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) Oleh Dokter Dan Bidan Di Ruang Bersalin Dan Nifas Rsu Pku Muhammadiyah Yogyakarta Unit I Tahun 2014/2015. 19.



