FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PADA GURU PENDIDIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SLB NEGERI DI KOTA DENPASAR

  • Ni Made Winda Warmaningsih Universitas Udayana
  • Luh Mira Puspita Universitas Udayana
  • Made Rini Damayanti S Universitas Udayana
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/coping.2024.v12.i04.p04

Abstrak

Pendidikan sangat dibutuhkan oleh setiap individu untuk meningkatkan kualitas hidup, tidak terkecuali bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Guru merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran ABK. Namun, tidak jarang guru merasakan stres dalam bekerja akibat perilaku negatif dari ABK. Stres yang berlangsung lama akan menimbulkan burnout. Penelitiannini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada guru pendidik ABK. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 guru yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner MBI untuk mengukur tingkat burnout. Analisis bivariat menggunakan uji spearman untuk data usia, pendidikan terahir, masa kerja, status pekerjaan, dan penghasilan serta uji eta untuk data jenis kelamin dan status perkawinan dengan tingkat kepercayaan 95% (?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia dengan burnout (p=0,841), jenis kelamin dengan burnout (p=0,361), pendidikan terakhir dengan burnout (p=0,542), status perkawinan dengan burnout (p=0,288), masa kerja dengan burnout (p=0,470), status pekerjaan dengan burnout (p=0,278), dan penghasilan dengan burnout (p=0,904). Tingkat skor burnout pada guru ABK adalah 5, artinya guru perlu memonitor situasi yang dihadapi agar burnout yang dialami tidak menjadi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada pihak instansi agar membuat konseling untuk guru yang terindikasi stres sehingga tidak menyebabkan burnout yang tinggi.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Ariono, P. A., Istiqomah, E., & Hidayatullah, M. S. (2018). Hubungan persepsi tuntutan kerja dengan kecerdasan pada dosen di Universitas Lambung Mangkurat. Jurnal Kognisi, 1(1), 98-102.
Avionela, F., & Fauziah, N. (2016). Hubungannantaraakecerdasan emosi dengan burnouttkpada gurujbersertifikasikdihSMA Negeri Kecamatan Bojonegoro. Jurnal Empati, 4(5), 687-693.


Darmawan, A. A. Y. P, Silviandari, I. A., & Susilawati, I. R. (2015). Hubungankburnoutt dengankwork-life balance padakdosenlwanita. Jurnal Mediapsi, 1(1), 28-39.
Desiningrum, D. R. (2016). Psikologi Anak Berkebutuhan Khususs. Yogyakarta: Psikosain.
Dewi, S. L. & Paramita, P. P. (2012). Tingkatlburnoutm ditinjau dari karakteristikkdemografis (usiia, jenis kelamin, dan masa kerja) guru SDN Inklusi dihSurabaya. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(2),107-115.
Fatmawati, R. (2017). Burnout perpustakaan: faktor-faktor dan dampak. Jurnal Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi, 1(9), 103-114.
Grayson, J. L & Alvarez, H. K. (2008). School climate faktors relatingltokteacher burnout: a mediator model. Teaching and Teacher Education, 24, 1349-1363.
Hariyadi, U. (2006). Burnout Pada Pustakawan. Depok: Universitas Indonesia
Huda, T. F. & Noviandari, H. (2018). Peranksekolah dalaam pendidikan anak berkebutuhan khusus di SDLB PGRI Bangorejo Banyuwangi. Jurnal Psikologi, 5(1), 29-37.
Mawarti, I. & Yusnilawati. (2018). Faktor-faktorr yang memengaruhi kejadian burnout pada perawat di runga instalasiyrawatlinap RSUD Raden Mattaher dan Abdul Manap Jambi tahun 2017. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, 2(2), 172-187.
Maslach, C., Schaufeli, W. B., & Leiter, M.P. (2001). Job burnoutt. Annual Review Psychol, 52, 397-422.
Maslach, C., Leiter, M. P., & Schaufeli, W. (2008). Measuring Burnout. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/46703718_Measuring_Burnout. Diakses pada tanggal 12 Januari 2020.
Mizmir. (2011). Hubungan burnout dengan kepuasankkerjaa pustakawanndi Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Skripsi Tidak Dipublikasi, Universitas Indonesia, Depok.
Ngainum, N. (2009). Menjadi Guru Inspiratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Swasti, K. J., Ekowati, W., & Rahmawati, E. (2017). Faktor-faktortyangmmemengaruhii burnout padajwanita bekerja di Kabupaten Banyumas. Jurnal Keperawatan Soedirman, 3(12), 190-198.
Virgonita, M., & Linayaningsih, F. (2017). Achevment motivationn training untuk meningkatkan motivasi berprestasilpadasguru sekolah anak berkebutuhanlkhusus yangkmengalami burnout. Jurnal Dinamika Sosial Budaya,19(2),261-269.
Winarsih, M., Nasution, E. S., & Ori, D. (2020). Hubunganldukungan keluargakdengannjjjjpenerimaan diri orangktua yanglmemiliki ABK di SLB Cahaya Pertiwi Kota Bekasi, 4(2), 73-82.
Diterbitkan
2025-03-31
##submission.howToCite##
WARMANINGSIH, Ni Made Winda; PUSPITA, Luh Mira; DAMAYANTI S, Made Rini. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PADA GURU PENDIDIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SLB NEGERI DI KOTA DENPASAR. Coping: Community of Publishing in Nursing, [S.l.], v. 12, n. 4, p. 387-393, mar. 2025. ISSN 2715-1980. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/coping/article/view/113748>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/coping.2024.v12.i04.p04.
Bagian
Articles