Karakteristik Semen Ayam Ekor Panjang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik semen ayam ekor panjang. Sebanyak 8 ekor ayam ekor panjang yang sudah dewasa kelamin (6-8 bulan) digunakan dalam penelitian ini. Semen dikoleksi menggunakan teknik pengurutan (masase) pada bagian punggung dan kloaka ayam dua minggu sekali sebanyak tiga kali yang mengacu pada lamanya proses spermatogenesis. Karakteristik semen dievaluasi secara makroskopis meliputi volume, warna, bau, konsistensi dan pH dan mikroskopis meliputi gerakan massa, motilitas progresif (%), abnormalitas (%), viabilitas (%), konsentrasi dan jumlah spermatozoa per ejakulat. Hasil penelitian menunjukan semen ayam ekor panjang mempunyai volume ±0,10ml, berwarna putih susu, pH ±7,29, konsistensi kental dan bau yang khas. Gerak massa spermatozoa terlihat baik (++), motilitas progresif ±86,22%, konsentrasi spermatozoa ±4759,38 x ml, abnormalitas spermatozoa ±9,29%, viabilitas spermatozoa ±86,15% dan jumlah spermatozoa per ejakulat ±483,49 x . Penelitian ini menyimpulkan bahwa ayam ekor panjang memiliki kualitas semen yang baik dengan hasil pemeriksaan karakteristik diatas rata-rata. Diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap semen ayam ekor panjang seperti teknik penyimpanan dan pengenceran untuk menunjang pelaksanaan IB sehingga dapat meningkatkan kualitas dan daya jual ayam ekor panjang di Indonesia.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bearden HJ, Fuquay JW, Willard ST. 2004. Applied Animals Reproduction. 6th Ed. Resto Publishing Company Inc. Prentice Hall Company Reston.
Bebas W, Laksmi DNDI. 2013. Konsentrasi Spermatozoa dan Motilitas Spermatozoa Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius). Bul. Vet. Udayana. 5(1): 57-62.
Bebas W, Laksmi DNDI. Viabilitas Spermatozoa Ayam Hutan Hijau dalam Pengencer Posfat Kuning Telur Ditambah Laktosa pada Penyimpanan 5oC. J. Vet. 16(1): 62-67.
Darni D, Saili T, Rahadi S. 2017. Kualitas Spermatozoa Ayam Kampung Dengan Penambahan Vitamin E Dalam Pakan. J. Ilmiah Pet. Halu Oleo. 3(1): 19-22
Hambu EK, Arifiantini RI, Purwantara B, Darwati S. 2016. Raw Semen Characteristics of Three Different Indonesian Local Roosters. Anim. Prod. 18(3): 165-172.
Hafez ESE. 1993. Reproduction in farm animal. 7th Ed. Wiley-Blackwell. Kiawah Island, South Carolina, USA.
Hijriyanto M, Dasrul, Thasmi CN. 2017. Pengaruh Frekuensi Penampungan Semen Terhadap Kualitas Spermatozoa Pada Ayam Bangkok. Jimvet. 1(1): 046-053.
Indrawati D, Bebas W, Trilaksana IGNB. 2013. Motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam kampung dengan penambahan astaxanthin pada suhu 3– 5 0C. Indon. Med. Vet. 2(4): 445 – 452.
Irastuti, 2007. Pengaruh Jenis Pengencer Semen terhadap Fertilitas dan Periode Fertil Spemetozoa Ayam. Skripsi. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Palu.
Junaedi. 2019. Kaji Banding Kualitas Semen Segar Empat Genetik Ayam Lokal Indonesia. J. Vet. 20(3): 397-402.
Khaeruddin, Arismunandar, Nurda. 2020. Karakteristik Semen Ayam Kampung Yang Diberi Minyak Hati Ikan Kod Sebagai Feed Suplement. Musamus J. Livestock Sci. 3(1): 15-24.
Malik A, Haron AW, Yusoff R, Nesa M, Bukar M, Kasim A. 2013. Evaluation of the ejaculate quality of the red jungle fowl, domestic chicken, and bantam chicken in Malaysia. Turk. J. Vet. Anim. Sci. 37: 564-568.
Tarif AM, Bhuiyan MMU, Ferdousy RN, Juyena NS, Mollah MBR. 2013. Evaluation of semen quality among four chicken lines. IOSR-JAVS. 6(5): 07-13.
Toelihere MR. 1993. Inseminasi buatan pada ternak. Angkasa, Bandung.
Setiadi DR, Hasibuan H, Indriastuti R, Arif AA, Rosyada ZNA, Arifiantini RI, Sumantri C. 2019. Karakteristik Semen Ayam IPB-D1. JIPTHP. 7(2): 57-61.
Yudin AI, Tollner TL, Treece CA, Kays R, Cherr GN, Overstreet JW, Bevins CL. 2008. Β-Defensin 22 is a major component of the mouse sperm glycocalyx. Reprod. 136(6): 753-765


