Efektifitas Pemberian Tetes Antibiotika dalam Proses Kesembuhan Luka Insisi pada Tikus Wistar Ditinjau secara Makroskopis
Abstrak
Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan akibat adanya substansi jaringan yang rusak atau hilang akibat cedera atau pembedahan. Kesembuhan luka merupakan suatu proses perbaikan jaringan kulit atau jaringan lainnya setelah terjadinya luka. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efektifitas dari pemberian tetes antibiotika pada proses kesembuhan luka insisi pada tikus wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan hewan coba berupa tikus wistar betina dengan berat masing masing 150-200 gram, umur 120 hari, berjumlah 24 ekor, yang akan dibagi menjadi 4 kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Objek penelitian diadaptasi kemudian dibuat luka insisi sepanjang 1,5 cm dengan kedalaman 0.5 mm di bagian punggungnya, kemudian masing-masing kelompok diberikan perlakuan yaitu diberi tetes NaCl (T0), diberi tetes antibiotik oksitetrasiklin (T1), diberi tetes antibiotik amoxicillin (T2), dan diberi tetes antibiotik cefotaxime (T3). Berdasarkan analisis data kesembuhan luka insisi pada tikus wistar yang dilihat dari tanda radang memiliki nilai signifikansi sebesar 0,555 (P>0,05) dan keropeng dengan nilai signifikan sebesar 0,260 (P>0,05) yang menunjukan tidak adanya perbedaan signifikan/nyata dari keempat perlakuan yang dilakukan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tetes antibiotika yang diberikan menunjukkan hasil kesembuhan luka yang tidak berbeda di antara empat perlakuan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bernatová S, Samek O, Pilát Z, Serý M, Ježek J, Jákl P, Siler M, Krzyžánek V, Zemánek P, Holá V, Dvořáčková M, Růžička F. 2013. Following the mechanisms of bacteriostatic versus bactericidal action using Raman spectroscopy. Molecules. 18(11):13188-13199.
Bucle D, Williams S. 1978. Antibiotik sensitivity testing in chemotherapy with antibiotiks and applied drugs, 4th ed. Canbera: MRC.Aus.Grovt.Publ.Serv.
Canpolat I, Basa A. 2017. Wound healing and current treatment techniques. Agric. Vet. Sci. 1(3):180–184.
Cockbill S. 2002. Wounds the healing process. The Welsh School Of Pharmacy. University College. Cardiff.
Gunawan SA, Berata IK, Wirata IW. 2019. Histopatologi kulit pada kesembuhan luka insisi tikus putih pasca pemberian extracellular matrix (ECM) yang berasal dari vesica urinaria babi. Indon. Med. Vet. 8(3): 313-324.
Ingold W. 1993. Wound therapy: growth agents as factor to promotes wound healing. Trends Biotechnol. 11: 387-392.
Kumar AR. 2013. Antimicrobial sensitivity pattern of klebsiella pneumonia isolated from pus from tertiarycar hospital and issues related to the rational selection of antimicrobials. J. Chem. Pharm. Res. 5(11): 326- 331.
Lostapa IWFW, Wardhita AAGJ, Pemayun IGAGP, Sudimartini LM. 2016. Kecepatan kesembuhan luka insisi yang diberi amoxicillin dan asam mefenamat pada tikus putih. Bul. Vet. Udayana. 8(2):172-179.
Nakao C, Angel M, Di Mateo S, Komesu MC. 2009. Effects of topical tetracycline in wound healing on experimental diabetes in rats. Open Diabetes J. 2(1), 53-9.
Neu HC, Gootz TD. 1996. Medical mirobiology, 4th edition. Texas: University of Texas Medical Branch at Galveston.
Kusuma DSP. 2017. Cara mudah merawat luka. Surabaya: Airlangga University Press.
Prasetyo BF, Wientarsih I, Priosoeryanto BP. 2010. Aktivitas sediaan gel ekstrak batang pohon pisang ambon dalam proses penyembuhan luka pada mencit. J. Vet. 11(2): 70-73.
Primadina N, Basori A, Perdanakusuma DS. 2019. Proses penyembuhan luka ditinjau dari aspek mekanisme seluler dan molekuler. Qanun Med. 3(1): 31-43.
Purnomo SEC, Dwiningsih SU, Lestari KP. 2014. Efektifitas penyembuhan luka menggunakan nacl 0, 9% dan hydrogel pada ulkus diabetes mellitus di RSU Kota Semarang. In Prosiding Seminar Nasional dan Internasional.
Sader HS, Fey PD, Fish DN, Limaye AP, Pankey G, Rahal J, Rybak MJ, Snydman DR, Steed LL, Waites K, Jones RN. 2009. Evaluation of vancomycin and daptomycin potency trends (MIC creep) against methicillin-resistant Staphylococcus aureus isolates collected in nine U.S. medical centers from 2002 to 2006. J Antimicrob. Agents. Chemother. 53(10): 4127-32.
Sastrawan NKL, Wardhita AAGJ, Dada IKA, Sudimartini LM. 2016. Perbandingan kecepatan kesembuhan luka insisi yang diberi amoxicillin-deksametason dan amoxicillin-asam mefenamat pada tikus putih (Rattus norvegicus). Indon. Med.Vet. 5(2): 129-144.
Satyo AC, Criminales K. 2006. Aspek medikolegalluka pada forensik klinik. Majalah Ked. Nusantara. 39(4):430–432.
Wintoko R, Yadika ADN. 2020. Manajemen terkini perawatan luka. J. Ked. Univ. Lampung, 4(2): 183-189.


