Efektivitas Lumatan Daun Kembang Sepatu untuk Meningkatkan Kualitas Rambut Anjing Kintamani Bali
Abstrak
Anjing merupakan hewan peliharaan yang dapat dengan mudah beradaptasi dengan manusia. Anjing ras pertama asli Indonesia yang diakui Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) yaitu anjing Kintamani. Anjing Kintamani memiliki keunikan pada penampilannya yaitu rambut badong dan rambut gumba. Seiring dengan semakin banyak minat masyarakat untuk memelihara anjing Kintamani maka pemeliharaan terhadap kesehatan anjing juga perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kesehatan rambut anjing Kintamani. Kesehatan rambut anjing Kintamani dapat mempercantik atau estetika, membuat rambut lebih sehat dan dapat menjaga kesehatan dari kulit anjing. Kembang sepatu secara tradisional diyakini memiliki aktivitas dapat memacu pertumbuhan rambut yaitu dari bunga dan daun kembang sepatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian daun kembang sepatu terhadap peningkatkan kualitas rambut anjing Kintamani. Terdapat 3 parameter yang diamati dalam penelitian ini; kekuatan rambut, kemilau rambut, dan kerontokan rambut anjing Kintamani. Penelitian ini menggunakan 30 sampel anjing Kintamani dan dilakukan secara random sampling (simple random sampling) yang diperoleh dari pemilik anjing yang berasal dari Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Sampel anjing akan dibagi menjadi 2 kelompok, dengan pembagian 15 anjing Kintamani yang dimandikan dengan lumatan daun kembang sepatu dan 15 anjing Kintamani yang dimandikan dengan shampoo anjing komersial. Setelah sampel dimandikan akan dilakukan pengujian perbandingan kualitas rambut anjing Kintamani. Pemberian lumatan daun kembang sepatu diberikan satu kali dalam seminggu selama 3 minggu. Pengujian diberikan 2 jam setelah anjing dimandikan. Pengujian dilakukan secara makroskopis dengan dilakukan seminggu sekali selama 21 hari pada ke-30 ekor anjing Kintamani tersebut. Data hasil pengamatan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistic nonparametrik Kruskal walis dan dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan nyata kualitas rambut anjing yang menggunakan daun kembang sepatu dengan shampoo anjing komersial.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Jadhav VM, Thorat RM, Kadam VJ, Sathe NS. 2009. Traditional medicinal uses of Hibiscus rosasinensi. J. Pharm. 2(8): 1220-1222.
Kumar A, Singh A. 2012. Review on Hibiscus rosasinensis. Int. J. Res. Pharm. Biomed. Sci. 3(2): 534-538.
Kurniawati NMA, Setiasih NLE, Suastika P. 2020. Struktur histologi dan histomorfometri kulit anjing ras Kintamani asal Bali. J. Vet. 21(4): 646-653.
Muller SR, Foitzik K, Paus R, Handjiski B, Veen CVD, Eichmuller S, McKay IA, Stenn KS. 2001. A comprehensive guide for the accurate classification of murine hair follicles in distinct hair cycle stages. J. Investig. Dermatol. 117(1): 3-15.
Nair MM, Bhargava G, Kavitha PN, Saraswati CD. 2022. Preparation and evaluation of herbal antidandruff shampoo. Nat. J. Pharm. Sci. 2(1): 10-16.
Pathan A, Pathan M, Garud A. 2012. Effect of Hibiscus rosa-sinensis, Calotropis gigantea and polyherbal formulation on stress induced alopecia. Int. J. Pharm. Investig. 2(6): 20-29.
Santoso B, Budiana NS. 2015. Anjing. Agriflo. Jakarta.
Setyarini E, Putra D, Purnawan A. 2013. The analysis of comparison of expert system of diagnosing dog. Int. J. Comp. Sci. 10(2): 576-584.
Soepardiman L, Legiawati L. 2018, Kelainan rambut. Buku Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Ed. 7, Badan Penerbit FK UI. Jakarta.
Woodnutt J. 2021. How to get a shiny dog coat: A vet’s guide. Pets RADAR.
Yuswantina R, Yulianta OW, Fitri Z. 2013. Efek ekstrak daun talok (Muntingia calabura L.) terhadap daya tumbuh rambut kelinci jantan galur Australia. Dissertations/Thesis: Program Studi Farmasi STIKES Ngudi Waluyo.


