Analisis Faktor yang Mempengaruhi Variabilitas Nutrisi dan Kontaminasi Mikotoksin pada Bahan Baku Jagung di Sumatera Utara

  • Mahyuzar Mahyuzar UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
  • Ma’ruf Tafsin Program Studi Ilmu Peternakan, Program Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara
  • Simon P. Ginting Program Studi Ilmu Peternakan, Program Pascasarjana Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2020.v12.i02.p14

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi variabilitas nutrisi dan kontaminasi mikotoksin pada bahan baku jagung di Sumatera Utara dengan memperhatikan tingkat keeratan hubungan antara variable bebas (varietas jagung, lahan tanam, ketinggian, kelembaban relatif, sumber pengeringan, lama penyimpanan, dan tempat penyimpanan) dengan masing-masing variabel terikat (kadar air, kadar protein kasar, kadar lemak kasar, kadar serat kasar, aflatoksin, fumonisin, dan zearalenone). Dari 5 kabupaten terilih di Sumatera Utara, sebanyak 45 orang pedagang, 30 orang pengumpul dan 30 orang pedagang jagung diwawancarai serta sebanyak sebanyak 105 sampel jagung yang berasal dari petani, pedagang dan pengepul jagung pada penelitian ini. Sampel diuji kadar air, kadar protein kasar, kadar lemak kasar, serat kasar, kandungan aflatoksin, fumonisin dan zearalenone. Pengujian kandungan aflatoksin, fumonisin dan zearalenone menggunakan metode LFIA (Lateral Flow Immunochromatic Assay). Analisa statistik dilakukan dengan metode analisa korelasi dan regresi menggunakan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ketinggian berpengaruh signifikan terhadap kadar air dan serat kasar sedangkan lama penyimpanan mempengaruhi kadar air. Kadar protein kasar dan lemak kasar tidak dipengaruhi oleh variabel bebas manapun. Pada kontaminasi mikotoksin, faktor kelembaban relatif berpengaruh signifikan terhadap kandungan aflatoksin dan fumonisin sedangkan lama penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap kandungan aflatoksin. Namun, kandungan zearalenone tidak dipengaruhi oleh variable bebas manapun.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Arsyad M. 2018. Pengaruh pengeringan terhadap laju penurunan kadar air dan berat jagung (Zea Mays L.) untuk varietas bisi 2 dan NK22. J. Agropolitan, 5(1): 44-52.
Aulia F, Erwanto, Wijaya AK. 2017. Pengaruh umur pemotongan terhadap kadar air, abu dan lemak kasar Indigofera zollingeriana. J. Riset Inovasi Peternakan, 1(3): 1-4.
Azam MS, Yu D, Liu N, Wu A. 2019. Degrading ochratoxin a and zearalenone mycotoxins using a multifunctional recombinant enzyme. Toxins, 11(5): 301-323.
Food and Agriculture Organization (FAO). 2001. Manual on the Application of the HACCP System in Mycotoxin Prevention and Control. http:// www. fao. org/docrep/005/y1390e00.HTM.
Hedayati MT, Pasqualotto AC, Warn PA, Bowyer P, Denning DW. 2007. Aspergillus flavus: Human pathogen, allergen and mycotoxin producer. J. Microbiol., 153(6): 1677 – 1692.
Hidayah I, Hermana I, Kusmarwati A. 2018. Risk profile and semi quantitative risk probability of aflatoxin b1 from aspergillus flavus in a dried salted fish in several regions of java. Squalen Bull. Mar. Fish. Postharvest. Biotech., 13(2): 85-91.
Hidayat C. 2012. Pengembangan produksi ayam lokal berbasis bahan pangan lokal. Wartazoa, 22(2): 85-98.
Ilhamy ML, Pratiwi S. 2018. Strategi pemberdayaan UMKM sektor peternakan ayam organik (Studi pada Koperasi Hidayah Sumatera Utara). Human Falah, 5(2): 293-312.
Karimuna L, Safitri, Sabaruddin LO. 2009. Pengaruh jarak tanam dan pemangkasan terhadap kualitas silase dua varietas jagung (Zea mays L.). Agripet., 9(1): 17-25.
Karra. 2003. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gajah Mada University. Jogjakarta.
Khalil, Anwar S. 2006. Penanganan pascapanen dan kualitas jagung sebagai bahan pakan di Kabupaten Pasaman Barat. J. Peternakan Indonesia, 11(1): 36-45.
Martindah E, Bahri S. 2016. Kontaminasi mikotoksin pada rantai makanan. Wartazoa, 26(3): 115-124.
Miskiyah, Widaningrum. 2008. Pengendalian aflatoksin pada pascapanen jagung melalui penerapan HACCP. J. Standardisasi, 10(1): 1 – 10.
Surono IS, Sudibyo A, Waspodo P. 2018. Pengantar Keamanan Pangan untuk Industri Pangan. Yogyakarta: Deepubllish.
Widiastuti R. 2006. Mikotoksin: pengaruh terhadap kesehatan ternak dan residunya dalam produk ternak serta pengendaliannya. Wartazoa, 16(3): 116-127.
Zwierzchowski W, Przybylowicz M, Obremski K, Zielonka L, Skorska-Wyszynska E, Gajecka M, Polak M, Jakimiuk E, Jana B, Rybarczyk, L, Gajecki M. 2005. Level of zearalenone in blood serum and lesions in ovarian follicles of sexually immature gilts in the course of zearalenone micotoxicosis. Polish J. Vet. Sci., 8: 209-218.
Diterbitkan
2020-08-30
##submission.howToCite##
MAHYUZAR, Mahyuzar; TAFSIN, Ma’ruf; GINTING, Simon P.. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Variabilitas Nutrisi dan Kontaminasi Mikotoksin pada Bahan Baku Jagung di Sumatera Utara. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 188-197, aug. 2020. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/buletinvet/article/view/49750>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2020.v12.i02.p14.
Bagian
Articles