Agen Diabetagonik Streptozotocin untuk Membuat Tikus Putih Jantan Diabetes Mellitus

  • Nengah Tegar Saputra Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Denpasar
  • I Nyoman Suartha Laboratorium Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Bali
  • Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Laboratorium Bedah dan Radiologi Veteriner, Universitas Udayana
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p02

Abstrak

Penyakit metabolik seperti diabetes mellitus cenderung meningkat, dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi. Penelitian mengenai diabetes mellitus dengan penggunaan hewan model tikus sangat banyak. Agen diabetagonik eksprimental yang digunakan ada aloksan dan streptozocin (STZ). Efek samping penggunaan STZ dilaporkan lebih rendah dibandingkan aloksan.  Tujuan penelitian ini untuk melihat respon tikus putih (Rattus norvegicus) jantan terhadap induksi agen streptozotocin sehingga membuat tikus dalam kondisi diabetes mellitus eksperimental. Injeksi agen streptozotocin dilakukan secara intra peritoneum dengan dosis 45 mg/kg BB. Sebelum diinduksi dengan STZ tikus dipuasakan dan diukur kadar glukosa darah. Kadar glukosa darah tikus harus dalam kisaran normal.  Tikus putih yang digunakan sebanyak 88 ekor. Pengukuran kadar glukosa darah tikus dilakukan hari ke-3 pasca injeksi STZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus putih memberikan respon peningkatan glukosa darah sebagai indikasi diabetes mellitus ekperimental. Tikus putih yang mengalami hiperglikemia sebanyak 54,8% dengan rincian 21,5% ringan, 11,8% sedang dan 21,5% berat. Hasil ini menunjukkan bahwa agen Streptozotocin sangat tepat digunakan untuk membuat hewan coba tikus dalam kondisi diabetes mellitus eksperimental.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Akpan JO, Wright PH, Dulin WE. 1987, A comparison of the effects of streptozotocin, N-methylnitrosourea and alloxan on isolated islets of Langerhans. Diabetes & Metabolism. 13(2): 122-128.
Alwan AAS. 1994. Management of Diabetes Mellitus Standards of Care and Clinical Practice Guidelines. In Draf J. Med. 19(4).
Auroma OI, Neergheen VS, Bahorun T, Jen LS. 2006. Free radical, antioxidants and diabetes: embryopathy, retinopathy, neuropathy, nephropathy and cardiovascular complications. J. Neuroembryol Aging. 4: 117-137.
Greenspan FS.1998. Endokrinologi Dasar dan Klinik, Ed. 4, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta. Pp: 775.
Hadisaputro S., Setyawan H. 2007. Epidemiologi dan Faktor-Faktor Risiko terjadiDiabetes Mellitus tipe 2. Dalam: Darmono, dkk, editors. Naskah Lengkap Diabetes mellitus Ditinjau dari Berbagai Aspek Penyakit dalam dalam rangka Purna Tugas Prof Dr. dr. RJ Djokomoeljanto. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. Pp.133-153.
Jonhson M. 1998. Diabetes Therapy dan Pencegahannya, Jawa Barat: ISBN 979 - 504-110 X.
Kendran AAS, Sudisma IGN, Sulabda IN, Gorda IW, Dewi L, Loudi BM. 2013. Kadar Glukosa Darah Anjing Kintamani. Bul.Vet. Udayana. 5(2): 79-86.
Lenzen S. 2008. The mechanism of alloxan and streptozotocin incuded diabetes. J. Med. Draf. 11: YN1123.2.
Nugroho AE. 2006. Review Hewan Percobaan Diabetes Mellitus: Patologi Dan Mekanisme Aksi Diabetogenik. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.
Nurdiana N. 1998. Efek streptozotocin sebagai bahan diabetogenik pada tikus wistar dengan cara intraperitonial dan intravena. Majalah Kedokteran Unibraw. 14(2): 66-77.
Richardo B, Pengemanan D, Majuli N. 2014. Analisis Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Wanita Usia Produktif di Puskesmas Wawunasa. Jurnal e-Biomedik. 2(2): 404-412.
Satya BMN. 2011. Manajemen Hewan Coba Tikus Putih dan Mencit. Evaluasi Gizi. Fakultas Teknologi dan Pangan.
Stumvoll M, Goldstein BJ, vanHaeften TW. 2005. Type 2 diabetes: principles of pathogenesis and therapy. Lancet. 365: 1333-1346.
Suyono S. 2005. Patofisiologi Diabetes Mellitus dalam Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu: Pusat Diabetes dan Lipid RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
Szkudelski T. 2001. The Mechanism of alloxan and streptozotocin action in B cells of therat pancreas. Physio. Res. 50(6): 537-546.
World Health Organisation. 2003. Deffinition, Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus and its Complications. Report of a WHO Consultation. Geneva-Switzerland. S5-36.
Wilson GL. 1988. Mechanism of nitroroure induced beta cell damage. activation of poly (adp-ribose) syntase and cellular distribution. Diabetes. 37: 213-216.
Yaturu S. 2011. Obesity and type 2 diabetes. J. Diabetes Mellitus.1(4):10-6.
Yuda IKA, Anthara MS, Dharmayudha AAGO. 2013. Identifikasi Golongan Senyawa Kimia Estrak Etanol Buah Pare (Momordica charantia) dan Pengaruhnya Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) yang Diinduksi Aloksan. Bul.Vet. Udayana. 5(2): 87-95.
Yuliantika NMR, Gelgel KTP, Kardena IM. 2013. Efek Toksisitas Ekstrak Daun Sirih Merah Terhadap Gambaran Mikroskopis Ginjal Tikus Putih Diabetik Yang Diinduksi Aloksan. Bul.Vet. Udayana. 5(2): 114-121.
Diterbitkan
2018-08-27
##submission.howToCite##
SAPUTRA, Nengah Tegar; SUARTHA, I Nyoman; DHARMAYUDHA, Anak Agung Gde Oka. Agen Diabetagonik Streptozotocin untuk Membuat Tikus Putih Jantan Diabetes Mellitus. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 116-121, aug. 2018. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/buletinvet/article/view/31516>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p02.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##