Protozoa Gastrointestinal: Eimeria Auburnensis dan Eimeria Bovis Menginfeksi Sapi Bali Betina Di Nusa Penida
Abstrak
Infeksi protozoa gastrointestinal masih menjadi faktor yang mengganggu kesehatan sapi bali dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak. Sapi bali yang dipelihara di Nusa Penida ditetapkan sebagai sapi bali murni. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan mengidentifikasi jenis protozoa gastrointestinal di Nusa Penida. Sampel berupa feses diambil dari 100 ekor sapi bali betina, diperiksa dengan metode mengikuti teknik Zajac and Conboy (2012). Identifikasi dilakukan berdasarkan morfologi dan morfometri. Sedangkan prevalensinya ditentukan dengan jumlah sampel terinfeksi dibagi dengan jumlah sampel yang diperiksa dan dikalikan seratus persen. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi protozoa gastrointestinal yang menginfeksi sapi bali betina di Nusa Penida sebesar 12% dengan dua jenis protozoa yaitu Eimeria auburnensis dan Eimeria bovis.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Astiti LGS, Panjaitan T, Prisdiminggo. 2011. Identifikasi Parasit Internal Pada Sapi Bali di Wilayah Dampingan Sarjana Membangun Desa di Kabupaten Bima. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.
Ibukun AV, Oludunsin FO. 2015. Prevalence of Intestinal Helminths and Protozoa Parasites of Ruminants in Minna, North Central, Nigeria. IOSR Journal of Agriculture and Veterinary Science (IOSR-JAVS), 8(11): 62-67
Juliet NO, Oliver NO, Oliver OO, Cosmas UA. 2013. Comparative study of intestinal helminths and protozoa of cattle and goats in Abakaliki metropolis of Ebonyi State, Nigeria. Adv. Appl. Sci. Res., 4(2): 223-227.
Kertawirawan IPA. 2013. Pengaruh Tingkat Sanitas dan Sistem Manajemen Perkandangan Dalam Menekan Angka Kasus Koksidiosis Pada Pedet Sapi Bal(Studi Kasus di Desa Musi Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng). Widyariset, 16(2): 287–292.
Levine ND. 1995. Buku Pelajaran Protozoology Veteriner. Yogyakarta : Gajah Mada University.
Nofyan E, Mustaka K, Indah R. 2010. Identitas Jenis Telur Cacing Parasit Usus Pada Ternak Sapi (Bos sp) dan Kerbau (Bubalus sp) Di Rumah Potong Hewan Palembang. Jurnal Penelitian Sains, 10:06-11
Patmawati NW, Trinayani NN, Siswanto M, Wandia IN, Puja IK. 2013. Seleksi Awal Pejantan Sapi Bali Berbasis Uji Performans. Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan, 1(1) : 29-33
Purwanta, Nuraeni,, Hutauruk JD, Setiawaty S. 2009. Identifikasi Cacing Saluran Pencernaan (Gastrointestinal) Pada Sapi Bali Melalui Pemeriksaan Tinja di Kabupaten Gowa. Jurnal Agrisistem, 5(1): 10-21
Rahmi E, Hanafiah M, Sutriana A, Hambal M, Wajidi F. 2010. Insidensi Nematoda Gastrointestinal dan Protozoa pada Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis) Liar di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Weh Sabang. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 13(6): 286-291
Siswanto M, Patmawati NW, Trinayani NN, Wandia IN, Puja IK. 2013. Penampilan Reproduksi Sapi Bali pada Peternakan Intensif di Instalasi Pembibitan Pulukan. Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan, 1(1): 11-15.
Soulsby EJL. 1982. Helminths, Arthropods, and Protozoa of Domesticated Animals. 7th ed. Philadelphia, London. Bailliere Tindall.
Urquhart GM, Amour J, Duncan JL, Dunn AM, Jennings FW. 1996. Veterinary Parasitologi. 2nd Ed. The English Language Book The Faculty of Veterinary Medicine The University of Glasgow Scotland.
Widnyana IGNP. 2013. Prevalensi Infeksi Parasit Cacing Pada Saluran Pencernaan Sapi Bali dan Sapi Rambon di Desa Wosu Kecamatan Bungku Barat kabupaten Morowali. Jurnal AgroPet, 10(2): 39-46
Zajac, A. M., Gary, A. C. 2012.Veterinary Clinical Parasitology. 8th ed. John Wiley & Sons, Inc. UK.


