Tingkat Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Ayam Broiler di Kota Palangka Raya

  • Ardi Sandriya Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia
  • Heri Sujoko Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia
  • Satrio Wibowo Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia
  • Lisnawaty Silitonga Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia
  • Iis Yuanita Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia
  • Nopita Aritonang Mahasiswa Sarjana Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i05.p26

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penerapan biosekuriti yang dilakukan oleh para peternak ayam broiler di kota Palangka Raya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode survey dan pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan kedekatan, keterjangkauan, dan jumlah peternak ayam broiler terbanyak di wilayah tersebut. Koresponden yang diambil sebanyak 17 peternakan ayam broiler, pengelola peternakan diwawancarai dan dilakukan observasi penerapan biosekuriti pada peternakannya. Variabel penelitian ini adalah penerapan biosekuriti isolasi, penerapan biosekuriti pengendalian lalu lintas; dan penerapan biosekuriti sanitasi kandang dan lingkungan. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, dengan penilaian kategori penerapan biosekuriti dibagi menjadi 3 yaitu baik: , cukup: , dan kurang: . Hasil penelitian menunjukan karakteristik peternak ayam broiler di kota Palngka Raya sangat beragam, dapat diamati dari pendidikan, pengalaman berternak, dan jumlah ternak tiap periode produksi.  Penerapan biosekuriti isolasi dalam kategori kurang sebanyak 3 peternakan (18%), cukup 4 peternakan (82%), baik 0 peternakan (0%). Penerapan sanitasi kandang tergolong kurang 4 peternakan (24%), cukup 8 peternakan (47%), baik 5 peternakan (29%). Penerapan biosekuriti pengendalian lalu lintas termasuk kategori kurang 3 peternakan (18%), cukup 10 peternakan (58%), baik 4 peternakan (24%). Disimpulkan bahwa penerapan keseluruhan biosekuriti di Kota Palangka Raya tergolong dalam kategori cukup. Perlu adanya peningkatan penerapan biosekuriti untuk mencegah masuk dan keluarnya penyakit dalam suatu peternakan.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Adhyatma M, Syaikhullah G, Nurfitriani RA, Muhamad N, Kusuma SB. 2020. Pelatihan manajemen pemeliharaan ayam jantan petelur pada kelompok ternak Nawawi Farm Jember. J. Comm. Develop. 1(1): 7-10.
Cuc NTK, Dinh NC, Quyen NTL, Tuan HM. 2020. Biosecurity level practices in pig and poultry production in Vietnam. Adv. Anim. Vet. Sci. 8(10): 1068-1074.
Goualie BG, Bakayoko S, Coulibaly KJ. 2020. Practices of Biosecurity measures and their consequences on poultry farms in Abidjan District. Food Environ. Safety. 19(1): 84-91.
Greening SS, Mulqueen K, Rawdon TG, French NP, Gates MC. 2020. Estimating the level of disease risk and biosecurity on commercial poultry farms in New Zealand. New Zealand Vet. J. 68(5): 261-271.
Haqiqi M, Hertamawati RT, Rahmasari R. 2021. Tingkat penerapan biosekuriti pada usaha peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Jember, In: ANIMPRO: Conference of Applied Animal Science. Jember. Pp. 56-64.
Indrasena B, Ratnawati R, Abidin Z. 2022. Hubungan pengetahuan dan sikap pekerja ternak unggas dengan keadaan sanitasi kandang. J. Ilmiah Ilmu Pendidikan. 5(9): 3526-3530.
Mappanganro R, Syam J, Ali C. 2018. Tingkat penerapan biosekuriti pada peternakan ayam petelur di Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidrap. J. Ilmu Industri Peternakan. 4(1): 60-73.
Novita R. Marina R. 2018. Hubungan pengetahuan infeksi Brucella dan faktor demografi peternak terhadap perilaku cuci tangan setelah kontak dengan sapi perah. Vektora. 10(2): 125-132.
Pinca S, Djati MS, Rifa’I M. 2013. Analisis mobilisasi sel T CD4+ dan CD8+ pada timus ayam pedaging pasca infeksi Salmonella typhimurium dan pemberian simplisia Polyscias obtuse. Biotropika. 1(1): 27-32.
Purnawarman T, Efendi R. 2020. Pengetahuan, sikap, dan praktik peternak dalam penggunaan antibiotik pada ayam broiler di Kabupaten Subang. Acta Vet. Indones. 8(3): 48-55.
Raut SD, Malave DB, Gore ST. 2017. Financial Feasibility of Investment in Broilerpoultry Units in Raigad District of Maharashtra. Internat. Res. J. Agric. Eco. & Stat. 8(1): 170-175.
Rostini T, Biyatmoko D. 2021. PKM Peningkatan status kesehatan ternak melalui penerapan biosecurity terkontrol pada peternakan itik rakyat di Kelurahan Guntung Paikat Kota Banjarbaru. J. Pengabdian Al-Ikhlas. 6(3): 412-420.
Sugiyono. 2018. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi (mixed methods). Ed 2. Alfabeta: Bandung.
Thaha AH, Rauf J, Bagenda I. 2018. Peta penyebaran virus avian influenza pada unggas di Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2008-2013. J. Riset Vet. 2(1): 19-26.
Tilli G, Laconi A, Galuppo F, Mughini-Gras L, Piccirillo A. 2022. Assessing biosecurity compliance in poultry farms: a survey in a densely populated poultry area in North East Italy. Animals. 12(1409): 1-9.
Ustomo E. 2016. 99% Gagal Berternak Ayam Petelur. Penebar Swadaya: Jakarta
Utami KB, Samudra FD. 2021. Evaluasi penerapan biosekuriti di peternakan ayam joper di Jawa Timur. J. Agriekstensia. 20(2): 183-190.
Wahyuni W, Sanjaya IGAMP, Switari NKE. 2021. Pengaruh penerapan biosekuriti terhadap produktivitas usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Kintamani. Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Gema Agro. 26(2): 83-89.
Wantasen EJK, Umboh S, Endoh E, Sompie F, Leke J. 2019. Raise pattern and biosecurity application by broiler breeders on different topography in North Sulawesi Province. Proceedings of the 4th International Conference of Vocational Higher Education. Manado. Pp. 1-7.
Widianingrum DC, Prakoso SA, Rohma MR, Hunafah MF, Iqbal M, Yusantoro D. 2022. Penyakit chronic respiratory disease (CRD): etiologi, patogenesis, gejala klinis, patologi, epidemiologi, diagnosa, Pengobatan dan Kontrol Pencegahan. J. Sain Vet. 40(2): 221-224.
Widyantara PRA, Wiyana IKA, Sarini NP. 2013. Tingkat penerapan biosekuriti pada peternakan ayam pedaging kemitraan di Kabupaten Tabanan Dan Gianyar. Peternakan Tropika. 1(1): 45-57.
Wisnantari NMS, Suardana IBK, Nindhia NS. 2022. Titer antibodi newcastle disease pada broiler yang divaksin umur satu hari dan dibooster umur 15 hari. Bul. Vet. Udayana. 14(6): 652-658.
Diterbitkan
2023-07-09
##submission.howToCite##
SANDRIYA, Ardi et al. Tingkat Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Ayam Broiler di Kota Palangka Raya. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], p. 905-914, july 2023. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/buletinvet/article/view/103816>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i05.p26.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##