Analisis Simulasi Water Cooler Pada Sel Surya
Abstrak
Energi terbarukan merupakan energi yang prosesnya berkelanjutan jika dikelola dengan baik. Salah satu pemanfaatan energi terbarukan adalah PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Namun kenaikan suhu pada modul surya sangat berpengaruh pada tegangan dan arus listrik yang dihasilkan, karena sel surya akan mendapatkan daya maksimal saat suhu pada permukaan sel surya 25°C. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengoptimalkan atau meningkatkan tegangan dan arus yang dihasilkan oleh sel surya dengan cara menganalisis Simulasi Water Cooler Pada Sel Surya untuk mempertahankan suhu pada permukaan sel surya sebesar 31°C. Penelitian ini dilakukan pengukuran suhu, tegangan dan arus sebelum menggunakan simulasi water cooler dan setelah menggunakan simulasi water cooler. Hasil penelitian menunjukkan setelah menggunakan simulasi water cooler terdapat peningkatan tegangan sebesar 1,02 V pada cuaca cerah dan 0,92 V saat cuaca berawan, peningkatan arus sebesar 0,72 A saat cuaca cerah dan 0,70 A saat cuaca berawan, peningkatan daya sebesar 18,37 W saat cuaca cerah dan 16,26 W saat cuaca berawan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
[2] Suryana, Deny, Pengaruh temperatur/suhu tehadap tegangan yang dihasilkan panel surya jenis monokristalin (studi kasus: Baristand Industri Surabaya), Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, vol. 1, no.2, 2016.
[3] Gumilar, A., Sistem air pendingin. Jakarta, STE, 2001.
[4] Putra, Mursalim Pratama, Sistem Pendingin Menggunakan Air Dengan Kendali Otomatis Untuk Menurunkan Rugi-Rugi Daya Pada Panel Surya Berbasis Arduino, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan.
[5] Chaniotakis E., Modelling and analysis of water cooled photovoltaics, M.Sc. thesis, Faculty of Energi System and Environment, Departement of Mechanical Engineering, University of Strathchyde, Glasgow, Scotland, 2001.
[6] Loegimin, Maruto Swatara, et al., Sistem Pendingin Air untuk Panel Surya dengan Metode Fuzzy Logic, Jurnal Integrasi vol. 12, no. 1, 2020, pp. 21-30.
[7] M.A. Green, K. Emery, Y. Hishikawa, W. Warta, E. D. Dunlop, Progress in Photovoltaics: Research and Aplications, vol. 21, 2013, pp. 827-837, https://onlinelibrary.wiley.com//., Accessed 4 Agustus 2020.
[8] Lawrence L. Kazmerski, Solar photovoltaics R&D at the tripping point: A 2005 Technology overvie. Jurnal Electron Spectroscopy and Related Phenomena, 150, 2006, pp. 105-135, National Center For Photovoltaics, National Renewable Energi Laboratory, USA.
[9] Sumber Energi Terbarukan di Indonesia, https://badungkab.go.id/instansi/dislhk/baca-artikel/269/8-sumber-energi-terbarukan-di-indonesia/
[10] Jumadril, J. N., Djoko Anwar, and Zulfianto Zulfianto, Rancang Bangun Pompa Air Aquarium menggunakan Solar Cell, Zona Teknik, vol. 11, no. 2, Fakultas Teknik, Universitas Batam.
[11] Sapteka, Anak Agung Ngurah Gde, et al., Modelling of Monthly Clear Sky Solar Irradiation on Horizontal Surface in Denpasar City, 2019 International Conference on Electrical, Electronics and Information Engineering (ICEEIE), vol. 6, IEEE, 2019.