Penggunaan Alat Pengering Berbahan Bakar Gas LPG dalam Pengeringan Tumpeng Beras

  • I Gde Antha Kasmawan Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali-Indonesia
  • I Made Yuliara Program Studi fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali-Indonesia
  • Ni Nyoman Ratini Program Studi fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali-Indonesia
  • I Nengah Artawan Program Studi fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali-Indonesia
  • Ni Luh Putu Trisnawati Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali-Indonesia
  • I Gusti Agung Widagda Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali-Indonesia
  • Winardi Tjahyo Baskoro Program Studi Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali-Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843//blje.2025.v25.i01.p03

Abstrak

Beras yang diperoleh dari pabrik penggilingan gabah pada umumnya dapat dikategorikan menjadi beras utuh dan beras pecah (mincid). Harga pasar untuk beras mincid biasanya lebih murah (sekitar 50%) dari beras utuh, Nilai ekonomi beras mincid tersebut dapat ditingkatkan dengan mengolahnya menjadi tumpeng beras yang biasanya digunakan sebagai sarana pelengkap dalam agama Hindu Bali. Namun, masalah pengeringan tumpeng sering terjadi saat musim penghujan atau saat kelembaban tinggi yang dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur pada tumpeng sehingga dapat menurunkan kualitas tumpeng tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penggunaan alat pengering sangat diperlukan. Alat tersebut dibuat dengan disain portable menggunakan bahan logam dan kayu berukuran 60 x 50 x 120 cm³ serta menggunakan pemanas dari sebuah kompor LPG (Liquefied Petroleum Gas). Pengering tersebut dapat digunakan untuk mengeringkan sekitar 6 kg tumpeng beras dengan durasi pengeringan sekitar 10 jam secara terus menerus. Konsumsi gas LPG selama proses pengeringan adalah sekitar 1,2 kg dan produk kering yang dihasilkan menyusut hampir 40% dari bobot awal tumpeng. Berdasarkan kuisioner yang disebarkan, 90,5% pengguna menyatakan puas dengan pengunaan alat tersebut karena dinilai lebih efisien dan praktis.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2025-02-10
##submission.howToCite##
KASMAWAN, I Gde Antha et al. Penggunaan Alat Pengering Berbahan Bakar Gas LPG dalam Pengeringan Tumpeng Beras. Bumi Lestari Journal of Environment, [S.l.], v. 25, n. 1, p. 26-31, feb. 2025. ISSN 2527-6158. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/blje/article/view/121674>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843//blje.2025.v25.i01.p03.
Bagian
Original Research Articles