Penggunaan Alat Pengering Berbahan Bakar Gas LPG dalam Pengeringan Tumpeng Beras
Abstrak
Beras yang diperoleh dari pabrik penggilingan gabah pada umumnya dapat dikategorikan menjadi beras utuh dan beras pecah (mincid). Harga pasar untuk beras mincid biasanya lebih murah (sekitar 50%) dari beras utuh, Nilai ekonomi beras mincid tersebut dapat ditingkatkan dengan mengolahnya menjadi tumpeng beras yang biasanya digunakan sebagai sarana pelengkap dalam agama Hindu Bali. Namun, masalah pengeringan tumpeng sering terjadi saat musim penghujan atau saat kelembaban tinggi yang dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur pada tumpeng sehingga dapat menurunkan kualitas tumpeng tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penggunaan alat pengering sangat diperlukan. Alat tersebut dibuat dengan disain portable menggunakan bahan logam dan kayu berukuran 60 x 50 x 120 cm³ serta menggunakan pemanas dari sebuah kompor LPG (Liquefied Petroleum Gas). Pengering tersebut dapat digunakan untuk mengeringkan sekitar 6 kg tumpeng beras dengan durasi pengeringan sekitar 10 jam secara terus menerus. Konsumsi gas LPG selama proses pengeringan adalah sekitar 1,2 kg dan produk kering yang dihasilkan menyusut hampir 40% dari bobot awal tumpeng. Berdasarkan kuisioner yang disebarkan, 90,5% pengguna menyatakan puas dengan pengunaan alat tersebut karena dinilai lebih efisien dan praktis.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- All articles published by Bumi Lestari Journal of Environment and Environmental Reseach Center Udayana University are made available under an open access license worldwide immediately. This means everyone has free and unlimited access to the full-text of all articles published in Bumi Lestari Journal of Environment, and everyone is free to re-use the published material given proper accreditation/citation of the original publication. Open access publication is supported by authors' institutes or research funding agency by payment of a comparatively article processing charge for accepted articles (See Author Fees). Bumi Lestari Journal of Environment and Environmental Reseach Center Udayana University publish articles under the Creative Commons Attribution License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


