Penempelan Teritip (Arthropoda) pada Beberapa Jenis Mangrove di Kawasan TAHURA Ngurah Rai Bali

Bahasa Indonesia

  • Nyoman Sweet Juniartini Program Studi Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana (UNUD), Jalan P.B. Sudirman, Denpasar, Provinsi Bali, Indonesia
  • Ni Luh Watiniasih Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana (UNUD), Jalan Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
  • Ni Putu Adriani Astiti Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana (UNUD), Jalan Raya Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
  • Putu Angga Wiradana Program Studi Biologi, Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknologi, Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA-BALI), Jalan Raya Padangluwih, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/blje.2024.v24.i01.p01

Abstrak

Ekosistem mangrove mampu mendukung siklus hidup biologis dan ekologis serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir. Wabah hama yang menyerang bibit pohon mangrove sering menimbulkan kerugian ekologis di seluruh kawasan TAHURA Ngurah Rai Bali. Interaksi ekologi spesies hama teritip di ekosistem mangrove merupakan kajian yang sangat kompleks dan sangat detail. Terdapat bukti empiris bahwa penempelan teritip sangat terkait dengan senyawa alelokimia yang dihasilkan oleh mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi penempelan teritip (arthropoda) pada beberapa jenis mangrove di kawasan TAHURA Ngurah Rai Bali. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan memperhatikan lokasi pengamatan. Transek kuadran digunakan untuk mengatur klasifikasi plot mangrove, kepadatan teritip dihitung untuk setiap transek. Kepadatan teritip dihitung dari jumlah teritip yang menempel pada tumbuhan mangrove, kemudian dicatat jenis tumbuhan yang menempel, jenis teritip, jenis tanam dan jumlah individu untuk setiap klasifikasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teritip yang ditanam paling banyak pada semai mangrove di semua stasiun, sedangkan klasifikasi petak pohon hanya terdapat teritip yang menempel di stasiun 3. Jumlah penempelan Amphibalanus sp. tertinggi ditemukan pada stasiun 3 klasifikasi anakan R. mucronata sebanyak 881 individu, sedangkan tidak ditemukan penempelan teritip pada semua stasiun pada mangrove S. alba. Secara keseluruhan, keterikatan teritip lebih tinggi pada anakan R. mucronata dan berpotensi menurunkan produktivitas pertumbuhannya di lapangan. Upaya pengendalian teritip sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan penanaman mangrove di TAHURA Ngurah Rai Bali.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2024-02-15
##submission.howToCite##
JUNIARTINI, Nyoman Sweet et al. Penempelan Teritip (Arthropoda) pada Beberapa Jenis Mangrove di Kawasan TAHURA Ngurah Rai Bali. Bumi Lestari Journal of Environment, [S.l.], v. 24, n. 1, p. 1-9, feb. 2024. ISSN 2527-6158. Tersedia pada: <http://103.29.196.112/index.php/blje/article/view/103558>. Tanggal Akses: 04 mar. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/blje.2024.v24.i01.p01.
Bagian
Original Research Articles