DISTRIBUSI NILAI TAMBAH BERAS ORGANIK DENGAN PENDEKATAN KONSEP RANTAI NILAI
(Studi Kasus Kelompok Tani Somya Pertiwi di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali)
Abstrak
ABSTRAK
Kesadaran konsumen akan keamanan pangan dan konsumsi produk organik telah membuka peluang bagi produsen produk organik. Somya Pertiwi Farmer Group adalah salah satu pembudidaya padi organik yang telah disertifikasi oleh LeSos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aliran pelaku, produk, keuangan, dan informasi, serta distribusi nilai tambah dalam rantai nilai produksi agribisnis beras organik oleh Somya Pertiwi. Penelitian ini dilakukan di sepanjang rantai nilai menggunakan pendekatan maju dan mundur dari titik fokus penelitian yaitu Kelompok Tani Somya Pertiwi. Penelitian menunjukkan bahwa aliran aktor dibagi oleh aktor utama dan aktor pendukung. Aliran produk dari hulu ke hilir menunjukkan transformasi 43.900 kg beras merah organik kering menjadi 20.852 kg beras merah organik dan 76.700 kg beras putih organik kering menjadi 36.432 kg beras putih organik. Aliran informasi bergerak baik dari hulu, hilir, maupun dari lembaga pendukung seperti Kelompok Tani Somya Pertiwi, LeSos, dan juga Sistem Pengendalian Internal. Distribusi nilai tambah yang paling seimbang adalah dalam rantai nilai beras merah organik melalui UD Sari Bulan Utama dengan nilai tambah 41% -46% di tingkat petani, 20% -23% di unit pemrosesan, 19% -22% di tingkat grosir, dan 9% -19% di tingkat pengecer. Peningkatan persentase penjualan di tingkat petani untuk meningkatkan pendapatan petani. Unit pengolahan dapat meningkatkan nilai tambah beras putih organik dengan menaikkan harga eceran. Pemerintah perlu menetapkan pengawasan di tingkat grosir dan pengecer.








