VAKSINASI RABIES PADA ANJING OLEH PEMILIK DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH SANUR, DENPASAR
Abstrak
Rabies dapat dicegah dan ditanggulangi secara efektif melalui pemberian vaksinasi rabies secara rutin kepada anjing, dengan cakupan vaksinasi mencapai 70% untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Munculnya pandemi Covid-19 menyebabkan pelaksanaan vaksinasi rabies pada anjing di wilayah Sanur mengalami keterbatasan, sehingga menyebabkan penurunan cakupan vaksinasi rabies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui vaksinasi rabies pada anjing oleh pemilik dan faktor yang berhubungan selama pandemi Covid-19 di wilayah Sanur, berdasarkan teori Precede-Proceed Model oleh Lawrence Green. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2021, dengan memakai data primer dari 155 pemilik anjing yang berdomisili di wilayah Sanur Denpasar, dan yang dipilih berdasarkan proportional random sampling. Data primer yang dikumpulkan dari kuesioner online dianalisis dalam tiga tahap, yaitu analisis deskriptif, uji beda proporsi (chi square), dan uji regresi logistik. Hasil analisis dengan uji chi square dan regresi logistik menunjukkan hasil bahwa hanya tiga variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pemilik anjing dalam memberikan vaksinasi rabies pada anjingnya selama pandemi Covid-19, yaitu Pendidikan (OR=140,68;95%CI:10,77-1837,64), penghasilan (OR=13,04;95%CI:2,98-57,06), dan pengetahuan (OR=32,36;95%CI:9,43-111,08).
Kata kunci: Vaksinasi Rabies, Perilaku Pemilik Anjing
