STUDI TIMBULAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN SISA DAN KEMASAN OBAT PADA RUMAH TANGGA KOTA DENPASAR
Abstrak
ABSTRAK
Kota Denpasar yang berperan sebagai ibukota Provinsi Bali tentunya menjadi wilayah pusat pemerintahan, pusat perekonomian serta pusat pendidikan. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Denpasar jumlah penduduk Kota Denpasar pada tahun 2020 yaitu 962.900 jiwa dan jumlah rumah tangga sebesar 292.600 rumah tangga. Meningkatnya jumlah penduduk maka semakin meningkat pula timbulan sampah yang dihasilkan serta permasalahannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui timbulan limbah bahan berbahaya dan beracun sisa dan kemasan obat serta perilaku pengelolaan yang dilakukan pada tingkat rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian chross sectional dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan di Kota Denpasar. Variabel yang diukur pada penelitian ini terdiri dari umur, tingkat pendidikan, pengetahuan, sarana, kebijakan yang diambil berdasarkan teori Lawrence Green. Hasil penelitian menunjukkan perilaku responden masih negatif dengan peresentase 71%. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan variabel pengetahuan memiliki hubungan dengan variabel perilaku dengan Nilai p-value= 0,027. Sedangkan variabel umur, tingkat pendidikan, sarana dan kebijakan tidak memiliki hubungan dengan perilaku responden dalam mengelola limbah B3 sisa dan kemasan obat yang dihasilkan. Timbulan limbah B3 sisa dan kemasan obat yang dihasilkan rumah tangga mencapai 0,0016 kg/rumah tangga/hari.
Kata kunci: Timbulan Limbah B3, perilaku, pengetahuan, rumah tangga
