Studi Eksperimental Karakteristik Permeabilitas Pada Arang Dan Karbon Aktif Bambu Betung
Abstract
Abstrak
Guna memperoleh tingkat udara yang nyaman di negara tropis seperti Indonesia, digunakan sistem pendingin udara berbasis kompresor (AC) yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar dan akan memperparah pemanasan global. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan sistem pendingin yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Sistem pendingin alternatif itu adalah sistem direct evaporative cooling. Dalam sistem direct evaporative cooling, efek pendinginan dihasilkan dari proses penguapan yang terjadi pada material pad yang telah dibasahi air. Bahan material pad sendiri digunakan sebagai aplikasi sistem pendingin evaporasi sebagai media pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik permeabilitas pada arang dan karbon aktif bambu betung. Sebagai bahan baku, bambu dapat menghasilkan arang berpori dengan luas permukaan spesifik yang tinggi dan porositas yang tinggi.. Digunakan temperatur karbonisasi 500ºC (KB 1), 600ºC (KB 2), aktivasi karbon tanpa holding time 500ºC (KBA 1), aktivasi karbon tanpa holding time 600ºC (KBA 2), aktivasi karbon dengan holding time 60 menit 500ºC (KBA 3), dan aktivasi karbon dengan holding time 60 menit 600ºC (KBA 4). Hasil dari seluruh pengujian menunjukkan bahwa spesimen KB 2 (600ºC) memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan material pad baru pada sistem direct evaporative cooling karena memiliki hasil permeabilitas yang paling tinggi. Dengan karakteristik sebagai berikut: spesimen KB 2 memiliki diameter pori 8.52 ?m, memiliki nilai porositas 17.81 % dan memiliki nilai permeabilitas sebesar 27.98 x 10-11 cm2.
Kata kunci: Direct evaporative cooling, bambu betung, karbonisasi, aktivasi karbon, struktur pori, diameter pori, porositas, dan permeabilitas.